24.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaLombok TimurOperasi Zebra di Lombok Timur Tekankan Teguran, Tilang Tidak Jadi Prioritas

Operasi Zebra di Lombok Timur Tekankan Teguran, Tilang Tidak Jadi Prioritas

Lombok Timur (Inside Lombok) – Operasi Zebra 2025 berlangsung serentak di seluruh Indonesia pada 17–30 November 2025. Di Lombok Timur, operasi ini difokuskan pada langkah preventif dan pre-emptif untuk mencegah kecelakaan serta mengambil tindakan dini terhadap potensi pelanggaran. Kasat Lantas Polres Lombok Timur, AKP Abdul Rachman, menyatakan bahwa penindakan represif berupa tilang tidak menjadi prioritas, sementara edukasi kepada pengendara lebih diutamakan.

Ia menjelaskan bahwa petugas memberikan pemahaman kepada masyarakat agar patuh demi keselamatan, bukan karena takut terhadap aparat. “Jadi kita edukasi pengendara untuk patuh terhadap keselamatannya bukan takut karena petugas,” jelasnya.

Pelanggaran yang dominan dalam Operasi Zebra 2025 di Lombok Timur antara lain tidak menggunakan helm, melanggar arus, dan pengendara di bawah umur, dengan 30 persen pelanggaran berupa tidak memakai helm. Menurut data hingga Kamis 20 November, atau hari keempat operasi, sebanyak 45 pengendara diberikan teguran. “Kita lebih tekankan kepada peneguran, bukan tilang,” paparnya.

Ia menerangkan bahwa sistem teguran hampir sama dengan tilang, yakni melalui pemberian blangko peneguran tanpa denda, dan seluruh data pelanggar disimpan dalam basis data kepolisian untuk memantau pengulangan pelanggaran. “Kalau sudah ditegur berkali-kali dan diulangi terus, maka kita akan langsung berikan tilang,” katanya.

Meski demikian, ia tidak menampik bahwa tilang tetap diberlakukan untuk pelanggaran kompleks seperti tidak memakai helm, kelengkapan surat tidak ada, tidak memiliki SIM, atau melawan arus. “Memang tetap akan ada tilang tapi bukan jadi prioritas, melainkan ingin meningkatkan kesadaran masyarakat berkendara, bukan karena adanya petugas yang melakukan penindakan,” pungkasnya.

- Advertisement -

Berita Populer