Mataram (Inside Lombok) – Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi NTB, Sadimin, melaporkan perkembangan proyek rekonstruksi ruas jalan Simpang Tano-Simpang Seteluk di Kabupaten Sumbawa Barat. Ia menyebut proyek ini sebagai salah satu pekerjaan penting untuk meningkatkan konektivitas di wilayah barat Pulau Sumbawa.
Ruas jalan sepanjang 3,8 kilometer itu berada di antara Kecamatan Poto Tano dan Kecamatan Alas Barat. Jalur ini menghubungkan dua ruas jalan negara, yaitu Ruas Poto Tano-Simpang Negara dan Ruas Simpang Negara-Taliwang, sehingga perbaikannya dinilai strategis bagi mobilitas warga.
Selama bertahun-tahun, kondisi drainase di ruas tersebut kurang memadai. Hal ini menyebabkan kawasan itu kerap terendam banjir saat musim hujan, terutama di sekitar Desa Tambaksari di Kecamatan Poto Tano.
Pemerintah Provinsi NTB mengalokasikan anggaran sebesar Rp 32,569 miliar untuk membiayai peningkatan struktur jalan dan pembenahan sistem drainase. “Dengan anggaran ini, kami fokus memastikan jalan lebih kuat dan aliran air tidak lagi menyebabkan genangan,” kata Sadimin.
Ia menjelaskan bahwa progres fisik pekerjaan hingga awal November telah mencapai 63,36 persen. “Proyek berjalan sesuai rencana, dan kami terus memonitor agar tidak ada hambatan berarti di lapangan,” ujarnya.
Sadimin menambahkan bahwa pihaknya menargetkan manfaat dari pekerjaan ini dapat segera dirasakan masyarakat. “Kami berharap rekonstruksi ini bisa memperlancar perjalanan menuju Sumbawa Barat sekaligus mengurangi risiko banjir yang selama ini dikeluhkan warga,” katanya. (gil)

