Lombok Utara (Inside Lombok) – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lombok Utara (KLU) mencatat progres proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di dua desa di Kecamatan Gangga telah mencapai sekitar 75 persen. Meski masih terdapat deviasi minus 1–2 persen, proyek ditargetkan tuntas pada akhir Desember 2025 dan diharapkan dapat meningkatkan akses air bersih bagi warga.
Kepala Bidang Cipta Karya DPUPR KLU, Rangga Wijaya, mengatakan jaringan SPAM nantinya akan langsung terhubung dengan jaringan pipa di jalan nasional. “Karena ini strategis, nanti langsung kita koneksikan jaringan pipa dengan jaringan pipa yang ada di jalan nasional, jadi akses masyarakat untuk air bersih di Gangga insya Allah sudah tercover hampir di atas 80 persena,” ungkapnya, Jumat (21/11).
Proyek ini melayani Desa Rempek Darusalam dan Desa Genggelang dengan cakupan delapan dusun. Sebelumnya, masyarakat hanya dapat menikmati air pada malam hari, namun kini aliran sudah mulai berjalan 24 jam. Kendati demikian, proses pembangunan sempat terhambat kondisi hujan di area perbukitan sehingga pekerjaan pengecoran dan penggalian harus ditunda.
“Kita khawatirkan jika penggalian terus berlanjut, longsoran tanah dari hasil galian itu akan mengotori jalan,” jelasnya.
Pekerjaan utama mencakup pembangunan bak reservoir berkapasitas 200 meter kubik untuk masing-masing desa. Fasilitas ini ditargetkan selesai pada akhir Desember 2025, dengan harapan pertengahan Desember dapat dilakukan PHO. Setelah beroperasi, layanan air akan diberikan gratis selama dua hingga tiga bulan sambil menunggu proses sosialisasi pelanggan PDAM.
“Banyak manfaat yang diterima masyarakat di sini, meter air gratis dan air gratis untuk sementara,” terangnya.
Sumber air SPAM berasal dari mata air Sekeper sebagai kelanjutan proyek tahun sebelumnya, di mana sekitar 600 kepala keluarga telah menerima meter air gratis. Program ini dinilai mengurangi beban biaya pemasangan meter yang secara normal mencapai sekitar Rp2,5 juta per KK.
“Jadi kita sudah berikan gratis per KK itu sekitar Rp2,5 juta untuk pasang meter air kalau berlangganan secara normal. Tapi karena kita berikan program dari pemerintah, jadi bisa menghemat pengeluaran warga masyarakat,” demikian.

