25.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaMataramAKHI NTB Bahas Tantangan dan Strategi Pelaksanaan Kesehatan Haji 2026

AKHI NTB Bahas Tantangan dan Strategi Pelaksanaan Kesehatan Haji 2026

Mataram (Inside Lombok) – Asosiasi Kesehatan Haji Indonesia (AKHI) Provinsi NTB menggelar seminar kesehatan haji yang diikuti lebih dari 300 peserta, Minggu (23/11). Kegiatan tahunan ini bertujuan mempersiapkan petugas kesehatan haji menghadapi penyelenggaraan ibadah haji 2026 dengan memperbarui pengetahuan, kebijakan, serta pengalaman lapangan.

Fasilitator Pelatihan untuk Petugas Haji pada Kementerian Kesehatan RI, dr. Erwin Syah, mengatakan seminar menjadi sarana berbagi ilmu sekaligus memperbarui kebijakan terbaru terkait kesehatan haji. “Dengan seminar ini sharing ilmu dan mengupdate kebijakan terbaru apa saja terkait penyelenggaraan haji dan kesehatan haji,” katanya, Minggu (3/12).

Para calon petugas diharapkan memiliki gambaran kondisi di Tanah Suci sebelum keberangkatan. “Kita support terkait kebijakan haji penyelenggaran ibadah haji terutama kesehatan dan berbagai edukasi terkait kesehatan haji untuk calon petugas dan jemaah,” ujarnya.

Ketua AKHI NTB, H. Ali Wardana, menyampaikan bahwa asosiasi berperan dalam pengembangan kompetensi tenaga kesehatan melalui pelatihan dan seminar. AKHI juga turut memberikan edukasi kesehatan bagi jemaah, termasuk pemantauan jamaah berisiko tinggi dan penguatan pola hidup bersih dan sehat.

“Asosiasi juga membantu tenaga kesehatan di daerah untuk memperbaharui pengetahuan juga keterampilan yang disesuaikan dengan kebutuhan penyelenggaran pelaksanaan ibadah haji,” katanya.

Sinergi lintas sektor juga menjadi fokus AKHI dalam mendukung pemerintah meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan haji. “Kami bersinergi lintas program dan juga lintas sektor. Ini penting bagaimana pendampingan, pembinaan dan juga kontribusi teman-teman yang sudah bertugas,” ujarnya.

Kepala BKK Kelas I Mataram, dr. Aulianto, menilai peran AKHI penting untuk menjamin kesehatan jamaah sebelum berangkat. “Membantu teman-teman puskesmas dan yang paling penting melakukan pendekatan kepada pemerintah daerah,” katanya.

Ia menekankan ketatnya regulasi kesehatan jamaah haji 2026 agar tidak ada jamaah yang dikembalikan dari Tanah Suci. “Kita baca di berita, kalau tidak istitoah itu tidak diterima di Arab Saudi bahkan kalau ketahuan itu akan dipulangkan,” ujarnya.

Ketua Panitia, H. Lalu M. Harmain Siswanto, menyebut seminar tahun ini sekaligus dirangkaikan dengan pelantikan pengurus baru AKHI NTB periode 2025–2029 yang berasal dari berbagai instansi. “AKHI NTB mempunyai tugas yang sangat kompleks yaitu memberikan pembinaan kepada calon jemaah haji. Kita melibatkan petugas ini dari masing-masing daerah,” katanya.

Seminar berlangsung secara luring dan daring dengan peserta dari berbagai profesi kesehatan. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kesiapan tenaga kesehatan dalam mendukung penyelenggaraan haji yang lebih optimal pada 2026. “Tahun ini kita target 300 tapi melebih target dan yang kita sampai 350 orang karena ada yang secara online,” ujarnya.

- Advertisement -

Berita Populer