Lombok Barat (Inside Lombok) – Pengurus Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Lombok Barat (Lobar) yang baru dikukuhkan menetapkan target meraih medali emas perdana pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB 2026.
Target tersebut dipasang setelah evaluasi capaian sebelumnya yang belum pernah menghasilkan medali emas, dengan komitmen peningkatan pembinaan atlet dan dukungan anggaran. Saat ini PGSI Lobar memiliki 18 atlet yang diproyeksikan tampil pada Porprov mendatang.
Ketua Umum PGSI Lobar, Munawir Haris, menyatakan optimisme untuk mencetak sejarah baru bagi gulat Lobar. “Saya lihat perolehan medali di Porprov sebelumnya, tidak pernah ada saya lihat medali emas di cabang gulat di Kabupaten Lobar,” ujarnya usai pengukuhan akhir pekan kemarin.
Ia menegaskan tekadnya mencapai dua hingga tiga medali emas melalui pembinaan yang lebih terarah. “Saya yakin dan percaya, bahwa seperti disampaikan Ketua PGSI, dua atau tiga medali emas di ajang Porprov Insyaallah akan ditorehkan melalui gulat di Lobar,” bebernya.
Munawir yang juga anggota DPRD Lobar menyoroti pentingnya dukungan pendanaan untuk pembinaan atlet. Ia berkomitmen memperjuangkan alokasi anggaran bina prestasi bagi cabor gulat. Ia juga menekankan akuntabilitas dalam pengelolaan dana serta menjadikan prinsip pengabdian sebagai dasar kepengurusan.
“Tapi yang jauh lebih penting, karena kita sesama DPRD, gulat ini akan menjadi prioritas untuk bagaimana anggaran bina prestasi untuk adik-adik kita ini,” tegasnya.
Ketua Umum KONI Lobar, Abubakar Abdullah, memberikan dukungan penuh kepada pengurus baru PGSI Lobar dan memastikan pendanaan tidak menjadi kendala. “Jadi kalau hanya sekedar dana pembinaan prestasi itu enggak usah khawatir,” ujarnya.
Ia menilai kontribusi dua hingga tiga medali emas dari cabor gulat akan menunjang target Kabupaten Lobar meraih 89 medali emas pada Porprov 2026. “Pengurus PGSI menyampaikan bahwa PGSI akan berkontribusi untuk mempersembahkan dua medali emas untuk Lobar insyaallah,” tegasnya.
Ketua Harian PGSI NTB, Syarifuddin, mendorong percepatan penyusunan program kerja yang berorientasi hasil. Ia menyebut PGSI NTB akan melakukan sosialisasi gulat ke sekolah-sekolah sebagai upaya menjaring talenta baru dan mengenalkan olahraga gulat kepada masyarakat.
“Untuk memperlihatkan dan menyampaikan apa itu gulat,” jelasnya. Program tersebut diharapkan mendukung pembinaan jangka panjang hingga persiapan menuju PON 2028.

