Lombok Utara (Inside Lombok) – Polres Lombok Utara mencatat 219 penindakan selama minggu pertama Operasi Zebra Rinjani 2025 pada 17–24 November, terdiri dari tilang manual dan teguran. Jumlah ini menurun sekitar 90 penindakan dibanding periode yang sama tahun 2024 yang mencapai 309 kegiatan.
Kasat Lantas Polres Lombok Utara (KLU), AKP Belly Rizaldy Nata Indra, mengatakan penurunan jumlah penindakan bukan berarti pelanggaran menurun sepenuhnya, tetapi merupakan hasil dari penindakan yang lebih selektif. Mayoritas penindakan berupa teguran sebanyak 211 kali, sedangkan tilang manual hanya delapan kasus dengan fokus pada pelanggaran kasat mata yang berpotensi menyebabkan kecelakaan.
“Di minggu pertama operasi zebra rinjani ini dilakukan tahap himbauan atau edukasi dan ada juga diberikan surat teguran atau teguran secara lisan terhadap pengguna jalan yang melanggar aturan dalam berlalu lintas,” ujarnya, Selasa (25/11).
Belly menjelaskan penurunan jumlah tilang cukup signifikan dibanding tahun sebelumnya. Ia menilai pendekatan edukatif yang diterapkan pada awal operasi berperan dalam peningkatan kedisiplinan berlalu lintas.
“Penurunannya untuk yang tilang ini dari tahun lalu cukup besar sekitar 108 persen, tahun lalu kita sebanyak 116 penindakan, sekarang cuma 8. Kemungkinan sebabnya karena kesadaran masyarakat semakin meningkat,” ucapnya.
Data kecelakaan lalu lintas pada minggu pertama Operasi Zebra Rinjani 2025 tercatat tujuh kasus, sama seperti periode tahun 2024. Meskipun jumlah kasus tetap, kerugian materiil menurun sekitar Rp800 ribu. “Jumlah kasus kecelakaan masih sama seperti tahun lalu sebanyak 7 kasus. Untuk korban meninggal dunia, luka berat dan luka ringan tercatat turun 1% atau tetap. Untuk kerugian materiilnya juga menurun,” terangnya.
Belly berharap strategi edukasi melalui kegiatan preemtif dan preventif dapat terus menekan angka pelanggaran dan fatalitas kecelakaan di KLU. “Kami mengajak masyarakat untuk terus mematuhi aturan lalu lintas demi keselamatan bersama. Jadilah pelopor keselamatan, bukan pelanggaran,” pungkasnya.

