Lombok Tengah (Inside Lombok) – Kickboxing Indonesia (KBI) Provinsi NTB menargetkan tiga medali emas pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028. Target tersebut menjadi program utama organisasi setelah menyelesaikan agenda Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026.
Ketua KBI NTB, Junaidi Kasum, mengatakan PON 2028 menjadi tantangan besar karena NTB menjadi tuan rumah. Ia menyatakan seluruh atlet dan pengurus harus bekerja maksimal dalam menghadapi agenda besar tersebut.
“Kita punya beban menyelesaikan tanggung jawab Porprov 2026. Setelah itu beban yang lebih besar adalah persiapan PON 2028 karena kita sebagai tuan rumah. Tidak ada lagi alasan untuk tidak maksimal, baik atlet maupun pengurus,” ujarnya saat membuka Musprov pada Rabu (26/11) di Hotel Illira Lite, Lombok Tengah.
Ia menegaskan seluruh pengurus cabang di kabupaten/kota akan dimaksimalkan untuk pembinaan atlet serta mengimbau agar tetap berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan KONI NTB. “Saya berharap Pengcab yang sudah dilantik tetap bekerja sama dengan pemerintah daerah dan KONI. Target tiga emas harus tercapai,” tegasnya.
Optimisme tersebut didasarkan pada hasil PON Aceh sebelumnya, di mana kickboxing NTB meraih tiga medali perunggu meski baru pertama kali tampil sebagai cabang olahraga resmi. “Kalau dulu kita dianggap cabor tidak berprestasi, hari ini kickboxing sudah diperhitungkan. Dengan modal tiga perunggu kemarin, semangat kita harus lebih tinggi,” katanya.
Ia juga menyampaikan bahwa perkembangan kickboxing di NTB semakin meluas. Jika pada Porprov terakhir hanya lima daerah yang ikut serta, kini seluruh kabupaten/kota telah menyatakan kesiapan mengirim atlet. KBI NTB juga menyiapkan peningkatan kualitas sumber daya wasit.
“Setelah Porprov, kita akan menjaring wasit dan melakukan grading dengan mendatangkan pelatih wasit dari pusat. Minimal kita butuh 35 wasit berlisensi untuk mendukung event regional dan nasional,” jelasnya.

