Lombok Tengah (Inside Lombok)- Program penyediaan makan bergizi untuk anak Indonesia dengan diresmikannya Dapur MBG di Bebuak yang berlokasi di wilayah Kecamatan Kopang, Lombok Tengah (Loteng).
Mitra pengelola dapur, TGH Mustamin, menyampaikan bahwa pembangunan dapur tersebut telah selesai 100 persen dan secara fasilitas telah siap beroperasi. Pihaknya kini hanya menunggu pencairan anggaran dari Badan Gizi Nasional (BGN) untuk dapat memulai layanan produksi dan distribusi makanan secara penuh.
“Alhamdulillah pembangunan sudah rampung seratus persen. Tinggal menunggu anggaran BGN agar dapur bisa segera beroperasi secara optimal,” ujarnya, Kamis (27/11).
Para relawan menggelar acara tasyakuran sebagai bentuk rasa syukur atas selesainya pembangunan. Selain itu, dilakukan pula simulasi operasional dapur yang melibatkan para relawan untuk memastikan alur kerja, mulai dari proses memasak hingga distribusi, berjalan sesuai standar yang ditetapkan.
“Dapur MBG Bebuak akan memberikan layanan kepada 25 sekolah penerima manfaat yang tersebar di dua kecamatan di wilayah Kopang, imbuhnya.
Anggota DPRD Loteng dari Partai Gerindra itu menyebut dengan fasilitas yang memadai serta didukung oleh relawan yang terlatih, dapur ini diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi ribuan siswa.
“Ini bukan hanya soal dapur, tetapi tentang masa depan anak-anak kita. Dengan gizi yang baik, mereka bisa belajar lebih fokus dan tumbuh lebih sehat,” tambahnya.
Kepala Dapur SPPG Bebuak Kopang 2, Muhammad Aiqa Zulhimam, memastikan seluruh dokumen dan persyaratan program telah selesai diverifikasi. “Administrasi kami sudah disetujui 100 persen oleh Korwil. Sekolah-sekolah menunggu realisasi program ini. Kami berharap BGN segera mencairkan dana agar distribusi bisa dimulai,” ujarnya.
Aiqa menegaskan bahwa pihaknya telah siap bergerak kapan pun instruksi turun dari BGN.
“Relawan sudah siap, dapur siap, dan alur distribusi sudah kami simulasikan. Begitu dana cair, kami langsung mulai melayani ribuan penerima manfaat,” tegasnya

