31.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaLombok TengahAlami Perubahan Fungsi, Hutan Lindung di Dekat Persemaian Mandalika Tampak Gundul

Alami Perubahan Fungsi, Hutan Lindung di Dekat Persemaian Mandalika Tampak Gundul

Lombok Tengah (Inside Lombok) – Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Lombok Tengah menyatakan keprihatinan atas kondisi lahan gundul di Kecamatan Pujut yang berada di sekitar persemaian Mandalika milik Kementerian KLHK. Kawasan tersebut diduga termasuk area hutan lindung yang mengalami perubahan fungsi.

Kepala DLHK Lombok Tengah, Lalu Sarkin Junaidi, menyebut kondisi lahan di kawasan itu perlu menjadi perhatian karena perubahan fungsi lahan dapat memicu kerusakan lingkungan. “Kami prihatin dengan kondisi ini karena fungsi lahan menjadi salah satu penyebab terjadinya kerusakan lingkungan,” ujarnya.

Ia menjelaskan masih ditemukan area yang berpotensi merupakan kawasan hutan lindung namun kini tampak tandus. Sarkin menilai perubahan fungsi lahan sering terjadi karena masyarakat melihat peluang ekonomi. “Di sekitarnya gundul sekali. Kalau di luar pagar ini ada yang diduga sebagai hutan lindung. Tapi saya belum tahu persis apakah itu murni lahan masyarakat atau kawasan hutan lindung. Hutan lindung tapi gundul, tentu sangat kita sayangkan,” katanya.

Sarkin menyebut masyarakat mungkin belum memahami dampak lingkungan dari alih fungsi lahan, baik jangka pendek maupun panjang. “Mungkin dikiranya sesaat saja. Mereka kurang paham apa dampaknya,” ujarnya. Ia menegaskan pihaknya telah menjalankan program edukasi dan kampanye penyadaran pemanfaatan lahan kritis. “Kita punya program sosialisasi, bukan hanya terkait sampah, tetapi juga pemanfaatan lahan,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa indikasi alih fungsi lahan menjadi area pertanian, termasuk penanaman jagung, cukup banyak ditemukan di Pujut. Namun, luas keseluruhan lahan yang berubah fungsi belum dapat dipastikan. “Kalau ditanya berapa totalnya, sulit mengukur. Tapi terlihat jelas sudah banyak lahan yang berubah fungsi, dari hutan menjadi pertanian, pemukiman hingga pembangunan,” ungkapnya.

- Advertisement -

Berita Populer