Mataram (Inside Lombok) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB akan beralih menggunakan kendaraan listrik sebagai kendaraan dinas melalui skema sewa mulai tahun 2026. Kebijakan tersebut diambil sebagai langkah efisiensi anggaran di tengah tekanan APBD akibat berkurangnya dana transfer ke daerah.
Kepala Dinas Komunikasi, Informasi dan Statistik (Diskominfotik) NTB, Yusron Hadi, menyampaikan bahwa terdapat tiga pertimbangan utama dalam pemilihan kendaraan listrik, salah satunya upaya menjaga ketahanan APBD 2026.
“Kita tahu bersama bahwa APBD 2026 sedang menghadapi tekanan karena berkurangnya pos dana transfer ke daerah. Sehingga Pemerintah Prov harus mencari kiat dan upaya agar APBD kita tetap survive untuk meraih target pembangunan sesuai RPJMD,” ujarnya, Selasa (2/12).
Ia menjelaskan bahwa biaya operasional dan pemeliharaan kendaraan dinas selama ini cukup tinggi, menjadi catatan evaluasi APBD setiap tahun. Sementara itu, estimasi biaya sewa kendaraan listrik dan komponen pendukungnya diperkirakan sekitar Rp25 miliar per tahun.
“Bayangkan biaya pemeliharaan kendaraan dinas pertahun sekitar Rp19 M ditambah rata-rata belanja modal pengadaan mobil baru pertahun antara Rp9–14 M pertahun. Artinya kisaran 28–33 M harus kita siapkan untuk operasional mobil dinas per tahun,” katanya.
Selain efisiensi anggaran, penggunaan kendaraan listrik juga bertujuan memperbaiki tata kelola kendaraan dinas, termasuk menindaklanjuti temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Yusron menyebut bahwa kendaraan dinas lama akan dihapus sesuai ketentuan sehingga menghasilkan pendapatan sekaligus menyelesaikan rekomendasi BPK.
“Dengan kebijakan sewa ini maka randis lama sebagian besar akan dihapus melalui mekanisme yang sesuai aturan,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa kebijakan penggunaan kendaraan listrik selaras dengan komitmen NTB mendukung program blue energy yang ramah lingkungan. Pemerintah berharap langkah ini dapat meningkatkan efisiensi, perbaikan tata kelola, dan memperkuat keberpihakan terhadap energi bersih. “Jadi semua kebijakan ini dijalankan dengan penuh perhitungan,” tutupnya.

