Mataram (Inside Lombok) – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN mengevaluasi program percepatan “Quick Win Kemendukbangga/BKKBN” yang dilaksanakan di NTB dan mencatat capaian di atas 100 persen pada seluruh inisiatif. Evaluasi disampaikan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi NTB, Lalu Makripuddin, pada Rabu (3/12) di Mataram.
Quick Win bertujuan memperkuat ketahanan keluarga, mencegah stunting, meningkatkan kualitas pengasuhan, serta memberdayakan lansia dengan dukungan teknologi. Makripuddin menjelaskan bahwa empat program quick win yang diajukan kementerian harus menunjukkan dampak dalam waktu singkat.
“Ketika Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga terbentuk, pak Menteri mengajukan Quick Win. Ini artinya sesuatu yang harus dicapai dalam waktu singkat dan itu ada empat quick yang diajukan,” katanya.
Program Quick Win mencakup lima inisiatif utama, yakni GENTING, TAMASYA, GATI, dan SIDAYA. Berdasarkan hasil evaluasi, seluruh program melampaui target.
“Secara keseluruhan empat program tadi itu diatas 100 persen. Malah untuk Genting kita dorong LSM, perusahaan, perorangan menjadi orang tua asuh minimal tiga bulan. Alhamdulillah untuk Genting kita mencapai 181 persen,” ujarnya.
Makripuddin merinci capaian program GENTING yang menembus 181 persen atau sekitar 69 ribu penerima manfaat dari target 38 ribu. Jumlah mitra orang tua asuh mencapai sekitar 5.300 dengan nilai bantuan Rp29,9 miliar untuk nutrisi, air bersih, sanitasi, dan edukasi. Sementara itu, TAMASYA dan SIDAYA juga berjalan baik dengan 19 TPA telah melaksanakan empat layanan, melampaui target 4 TPA dengan capaian 475 persen.
Pada SIDAYA, lansia yang mengikuti Sekolah Lansia BKL berjumlah 715 orang dari target 417 atau 171,46 persen. Kader pendamping PJP berjumlah 921 dari target 485 atau 189,90 persen, sedangkan lansia yang mendapat pemeriksaan kesehatan mencapai 17.693 dari target 17.362 atau 101,91 persen. Anggota Bina Keluarga Lansia (BKL) tercatat 44.304 orang dari target 30.927 atau 143,25 persen.
“Lansia yang mendapatkan pemeriksaan kesehatan berjumlah 17.693 lansia dari target 17.362 lansia (101,91), dan Lansia yang menjadi anggota Bina Keluarga Lansia (BKL) berjumlah 44.304 lansia dari target 30.927 lansia (143,25 persen),” ungkapnya.
Program GATI juga menunjukkan progres dengan 45.717 ayah dan calon ayah mendapat edukasi dari target 38.826, terdiri dari KOMPAK TENAN sebanyak 8.618 peserta, DEKAT 9.408 peserta, dan SEBAYA 27.691 peserta. Makripuddin menegaskan bahwa bantuan puluhan miliar rupiah dalam Quick Win bersumber dari swadaya masyarakat. “Ini murni dari swadaya masyarakat. Itu perkembangan dari pelaksanaan quick win di NTB,” katanya.

