31.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaMataramLombok Timur dan Lombok Utara Masuk Zona Merah Stunting di NTB

Lombok Timur dan Lombok Utara Masuk Zona Merah Stunting di NTB

Mataram (Inside Lombok) Dua daerah di Provinsi NTB, yaitu Kabupaten Lombok Timur dan Lombok Utara, tercatat berada dalam zona merah stunting dengan prevalensi kasus di atas 30 persen. Informasi tersebut disampaikan Wakil Gubernur NTB, Indah Dhamayanti Putri, dalam sambutannya pada Rabu (3/12) di Mataram.

Indah menjelaskan bahwa dari 10 kabupaten/kota di NTB, dua daerah sudah berada di zona hijau yakni Sumbawa Barat dan Dompu, sementara Lombok Timur dan Lombok Utara masuk kategori zona merah. Ia meminta para pejabat di dua daerah tersebut memberikan perhatian lebih terhadap upaya penurunan stunting.

“Dari 10 kabupaten kota ada dua kabupaten yang sudah kondisi hijau yaitu Sumbawa Barat dan Kabupaten Dompu dan dua kabupaten zona merah yaitu Lombok Timur dan Lombok Utara,” ujarnya.

Selain zona merah dan hijau, enam daerah lain di NTB tercatat berada pada zona kuning. Wagub mengimbau daerah yang masih berada pada zona kuning untuk meningkatkan capaian agar dapat beralih ke zona hijau. Ia juga menegaskan perlunya upaya serius dari Lombok Timur dan Lombok Utara untuk menurunkan prevalensi. “Yang masuk zona merah harus berusaha untuk menuju kuning,” katanya.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi NTB, Lalu Makripuddin, turut mengonfirmasi bahwa Lombok Timur dan Lombok Utara masih berada pada zona merah stunting dengan prevalensi masing-masing sekitar 32 persen dan 35 persen. “Lombok Timur itu angkanya sekitar 32 persen dan Lombok Utara angkanya itu sekitar 35 persen,” jelasnya.

Makripuddin menyampaikan bahwa kedua daerah menjadi fokus utama berbagai program percepatan penurunan stunting. BKKBN bersama BKOW, TP PKK, serta LSM orang tua asuh akan memprioritaskan intervensi di Lombok Timur dan Lombok Utara. “TP PKK juga akan fokus di dua daerah itu. Demikian juga LSM yang menjadi orang tua asuh akan lebih fokus di dua daerah tersebut,” ujarnya.

Sejumlah program akan direalisasikan, termasuk GENTING atau Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting, edukasi gizi melalui program “dahsyat”, serta program Desa Berdaya yang menyasar kedua wilayah tersebut.

- Advertisement -

Berita Populer