24.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaLombok TimurHadapi Ancaman Bencana Hidrometeorologi, Pemkab Lotim Perkuat Kesiapsiagaan

Hadapi Ancaman Bencana Hidrometeorologi, Pemkab Lotim Perkuat Kesiapsiagaan

Lombok Timur (Inside Lombok) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur (Lotim) menggelar Apel Siaga Bencana Hidrometeorologi pada Rabu (3/12) di halaman Kantor Bupati untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi 11 potensi bencana hidrometeorologi yang diprediksi meningkat pada musim hujan. Kegiatan tersebut dilaksanakan setelah sejumlah wilayah, termasuk Pringgabaya dan Perigi, terdampak banjir luapan yang merusak fasilitas dan infrastruktur.

Apel dipimpin Bupati Lotim, Haerul Warisin, ia menegaskan bahwa kegiatan itu merupakan langkah strategis untuk memastikan kesiapan personel, sarana, dan koordinasi lintas instansi, mulai dari TNI, Polri, BPBD, organisasi perangkat daerah, hingga relawan masyarakat.

“Apel ini adalah momentum pengecekan kesiapan secara menyeluruh. Lotim memiliki 11 potensi ancaman bencana, sehingga kesigapan seluruh unsur sangat krusial,” ujarnya.

Dalam penyampaiannya, Haerul menyebut ancaman banjir, tanah longsor, angin kencang, dan cuaca ekstrem setiap tahun menimbulkan kerugian signifikan dengan nilai mencapai lebih dari Rp 9 miliar. Ia mengingatkan bahwa kerusakan juga terjadi pada jembatan penghubung vital di beberapa wilayah akibat banjir yang terjadi sebelumnya.

Merespons peringatan cuaca ekstrem dari BMKG, Haerul menginstruksikan peningkatan mitigasi dan respons cepat di lapangan melalui latihan berkala, validasi SOP, penguatan sistem peringatan dini, serta penyiapan logistik dan peralatan. Instansi terkait seperti BPBD, DLH, dan Dinas Perhubungan juga diminta melakukan pencegahan, termasuk pemangkasan pohon di titik rawan.

Haerul turut menekankan peran masyarakat, kolaborasi antar instansi, dan penyebaran informasi yang akurat untuk mencegah hoaks selama penanganan bencana. “Mari kita jadikan apel ini sebagai wujud komitmen bersama. Kesiapsiagaan adalah investasi untuk mengurangi risiko bencana, sejalan dengan visi pembangunan Lotim SMART,” tutupnya.

Apel siaga dirangkaikan dengan pemeriksaan pasukan dan peralatan teknis sebagai tanda dimulainya status siaga bencana di Lotim, yang turut dihadiri Wakil Bupati, Sekda, Forkopimda, BMKG, Bank NTB Syariah, PLN, PMI, dan berbagai instansi lainnya.

- Advertisement -

Berita Populer