31.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaLombok BaratDekranasda NTB Soroti Kerentanan Klaim Tenun Ikat Lobar

Dekranasda NTB Soroti Kerentanan Klaim Tenun Ikat Lobar

Lombok Barat (Inside Lombok) – Kekayaan intelektual kerajinan daerah di NTB, termasuk Lombok Barat (Lobar), dinilai berada dalam kondisi waspada karena rentan diklaim pihak luar. Isu ini mengemuka dalam pengukuhan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Lobar beberapa hari lalu, terutama terkait tenun ikat yang disebut kerap diakui daerah lain saat tampil dalam pameran nasional.

Ketua Dekranasda NTB, Sinta Iqbal, menyampaikan kekhawatiran mengenai lemahnya posisi tawar perajin Lobar dalam mempertahankan identitas produk. Ia menuturkan bahwa perajin pernah kesulitan menjelaskan sejarah tenun ikat Lobar ketika diperdebatkan oleh peserta dari Bali.

“Masalahnya, pengetahuan mengenai sejarah tenun ikat yang ada di Lobar ini perajinnya belum kuat. Karena pada saat ikut pameran, didebat sama Bali. Dan Bali bisa membilangkan kalau ini punya kami, bukan punya kalian,” beber Sinta.

Sinta menegaskan perlunya pembekalan pengetahuan sejarah dan narasi budaya bagi perajin agar mampu mempertahankan asal-usul produk lokal. “Perajin harus bisa defensive mempertahankan bahwa itu punya Lobar,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi tengah memproses Indikasi Geografis (IG) untuk gerabah Banyumulek. “PR kerajinan Lobar yang sudah masuk dalam Indikasi Geografis yang saat ini sedang dilakukan. Alhamdulillah mendapat respon sangat positif, adalah tentang Banyumulek. Itu sedang kita angkat,” ujarnya.

Ia menilai sinergi antara Kabupaten dan Provinsi penting untuk mengembangkan kerajinan lokal. Dekranasda Kabupaten diminta aktif menjaring perajin dari berbagai desa sebelum dibina lebih lanjut di tingkat Provinsi.

“Kami minta tolong dari Kabupaten untuk mencari semakin pojok lagi dan dibina. Setengah pembinaannya, maka akan kami tarik ke Provinsi untuk kami angkat di panggung Provinsi. Lolos di Provinsi, InsyaAllah kami bawa ke panggung nasional,” terangnya.

Ketua Dekranasda Lobar, Ayuindra Zaini, menegaskan peran Dekranasda dalam peningkatan kualitas produk dan perluasan pemasaran melalui pameran, bazar, dan promosi digital. “Kami akan memperluas jaringan pemasaran dengan membantu perajin memasarkan produk kerajinan melalui berbagai kegiatan seperti pameran, bazar, dan promosi online,” kata Ayuindra.

Bupati Lobar, Lalu Ahmad Zaini (LAZ), menekankan pentingnya perlindungan HAKI untuk menjaga identitas budaya daerah. Ia meminta agar produk kerajinan didaftarkan secara resmi dan perajin menguasai sejarah masing-masing produk.

“Termasuk yang sekarang paling penting itu adalah bagaimana mendaftarkan produk-produk kita itu sehingga memiliki hak paten, sehingga jangan diklaim,” ujarnya.

LAZ juga menegaskan bahwa kegiatan Dekranasda harus memberi dampak ekonomi bagi masyarakat dan mendukung peningkatan PAD melalui potensi kerajinan lokal seperti tenun, gerabah Banyumulek, mutiara, ketak, cukli, hingga kuliner tradisional.

- Advertisement -

Berita Populer