Lombok Timur (Inside Lombok) – M. Zaidan Maulana, siswa kelas 5 SDN 3 Selong, Lombok Timur, meraih Juara Harapan 2 dalam Lomba Dongeng Karya Cipta Baru Tingkat Nasional 2025 yang digelar KSBN bersama Kemendikbud dan Kemendikdasmen. Zaidan berhasil lolos ke tingkat nasional setelah membawakan dongeng cerita rakyat Sasak berjudul “Kembang Ander Nyawe” yang sebelumnya memenangkan seleksi tingkat provinsi.
Dongeng tersebut mengisahkan Raja Pejanggik yang terkena penyakit langka akibat kutukan kijang putih saat berburu di hutan Tanjung Ringgit. Setelah melakukan pengobatan ke berbagai daerah di Lombok tanpa hasil, raja diceritakan mendatangi seorang dukun sakti di Kayangan Labuhan Lombok untuk melakukan ritual tolak bala.
Pelatih sekaligus ibunya, Maulida Fajar Suryana, mengatakan bahwa lomba tersebut khusus mengangkat cerita rakyat dari daerah peserta. Sebanyak 138 peserta dari seluruh provinsi mengikuti ajang ini secara virtual sebelum diseleksi menjadi enam finalis di setiap kategori dan diundang ke Jakarta.
“Zaidan kemarin di tingkat provinsi dapat juara 1, kemudian di tingkat nasional berhasil menyabet juara harapan 2 pada kategori C tingkat Anak Sekolah Dasar Kelas 4-6,” katanya.
Final yang digelar pada 6 Desember 2026 menjadi puncak penampilan Zaidan yang dinilai berhasil membawakan dongeng secara memukau. Maulida menyebut proses menuju final cukup menantang karena peserta harus membuat video promosi yang menampilkan destinasi wisata di Lombok, sementara Zaidan sempat jatuh sakit akibat cuaca tidak menentu.
“Pembuatan video promosi ajakan untuk peserta harus menampilkan tempat wisata yang ada di Lombok. Bahkan Zaidan mengalami sakit ketika pembuatan promosi karena cuaca yang tidak menentu,” paparnya.
Meski begitu, Zaidan tetap menyelesaikan seluruh proses dan meraih prestasi berkat kerja kerasnya. Maulida mengaku bangga atas capaian tersebut dan berkomitmen mendukung Zaidan untuk terus berkembang.
“Cerita rakyat yang dibawakan dalam bentuk baru ketika bercerita, jadi bukan sama seperti teks yang ada diukur cerita melainkan dibawakan dengan gaya bercerita yang baru. Sehingga ke depan apa yang menjadi kekurangan saat ini akan kita benahi dan terus berkarya,” pungkasnya.

