32.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaMataramBelajar Sejarah Makam, Dispar Mataram Terima Kunjungan Siswa Australia dan Budi Luhur...

Belajar Sejarah Makam, Dispar Mataram Terima Kunjungan Siswa Australia dan Budi Luhur di Loang Baloq

Mataram (Inside Lombok) – Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Mataram menerima kunjungan siswa dari Woodleigh High School Australia dan SMA Budi Luhur di Taman Loang Baloq, Rabu (10/12). Kegiatan tersebut bertujuan memperkenalkan sejarah makam Loang Baloq sekaligus mengenalkan budaya lokal melalui program pertukaran budaya.

Kepala Dispar Kota Mataram, Cahya Samudra, mengatakan pihaknya merasa terhormat atas kunjungan para siswa dan perwakilan guru dari Australia yang berkolaborasi dengan SMA Budi Luhur. “Pagi ini, Taman Hiburan Rakyat (THR) Loang Baloq menjadi saksi indah pertemuan antar budaya dalam acara ‘Culture Exchange Through Language and Traditional Games’,” katanya.

Ia berharap pengalaman yang diperoleh dapat dibagikan kembali kepada keluarga dan kerabat sehingga meningkatkan eksposur Kota Mataram dan Lombok. “Sehingga eksposur Kota Mataram semakin luas dan mereka serta kerabat mereka bisa berkunjung ke Kota Mataram dan Lombok,” ujarnya.

Selama kunjungan, Dispar memberikan informasi mengenai sejarah makam Loang Baloq dan menampilkan gamelan Dispar Sekehe Reborn. Para siswa juga diajak mencoba memainkan gamelan sebagai upaya memperkenalkan musik tradisional. “Kita punya gamelan, namanya Dispar Sekehe Reborn,” katanya.

Atraksi budaya Peresean turut ditampilkan dalam kegiatan tersebut. Para peserta, termasuk guru dan perwakilan dari Australia, mendapatkan kesempatan mencoba atraksi Peresean dan menerbangkan layang-layang.

“Mereka (siswa-siswa) dari Australia dan Budi Luhur, serta perwakilan dari Australia dan Kadis Pariwisata Kota Mataram mencoba pertandingan presean dan penerabangan layang-layang,” tegasnya.

Cahya menyebut kegiatan ini menjadi sarana pertukaran budaya yang menghubungkan peserta melalui bahasa dan permainan tradisional. “Kegiatan ini bukan sekadar bermain, melainkan jembatan bahasa dan permainan tradisional yang menyatukan,” katanya.

Ia menutup kunjungan dengan apresiasi atas dipilihnya Mataram sebagai lokasi pertukaran budaya. “Terima kasih telah memilih Mataram sebagai destinasi pertukaran budaya Anda,” ungkapnya.

- Advertisement -

Berita Populer