25.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaLombok BaratPembuangan ke TPAR Kebon Kongok Dibatasi, DLH Lobar Putar Otak Tangani Sampah...

Pembuangan ke TPAR Kebon Kongok Dibatasi, DLH Lobar Putar Otak Tangani Sampah Puluhan Ton Per Hari

Lombok Barat (Inside Lombok) – Pembatasan pembuangan sampah ke TPAR Kebon Kongok berdampak pada ritme dan jadwal pengangkutan sampah di Lombok Barat (Lobar), Rabu (10/12/2025). Kondisi ini menyebabkan layanan tidak maksimal, sehingga tumpukan sampah mulai terlihat di sejumlah titik, termasuk di depan plang larangan membuang sampah.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lobar, M. Busyairi, menjelaskan bahwa pada kondisi normal dua ritase per hari, sampah yang terangkut mencapai rata-rata 94 ton per hari. Ia menyebut tumpukan sampah liar di pinggir jalan dan saluran air sebelumnya masih sering ditemukan, terlebih kini pengangkutan dibatasi hanya satu ritase per hari.

“Saat pengangkutan normal 2 ritase (per hari, Red) di bulan November, sampah yang terangkut ke TPA rata-rata 94 ton per hari,” ujarnya.

Busyairi menambahkan pembatasan tersebut turut mengganggu jadwal pengangkutan rutin, sehingga laporan masyarakat yang masuk melalui berbagai saluran belum dapat ditangani segera. “Dengan adanya pembatasan pengangkutan 1 ritase ini, maka pengangkutan sampah di luar jadwal dan rute yg kami tetapkan tidak bisa dilakukan. Karena mengganggu pengangkutan terjadwal,” terangnya.

Menurutnya, volume sampah harian berasal dari timbunan di desa, TPS, titik-titik pembuangan liar, saluran air, serta hasil gotong royong masyarakat dan tim DLH. Untuk mengatasi kondisi ini, DLH mendorong masyarakat melakukan pemilahan dan pengelolaan sampah organik secara mandiri.

“Masyarakat perlu juga belajar mengelola sampah organik secara mandiri. Dengan sistem lelongkang, biopori, menggunakan komposter bag dan lainnya. Sehingga sampah yg terangkut ke TPS atau TPA volumenya berkurang,” kata Busyairi.

DLH juga berupaya menyiapkan tambahan sarana dan prasarana, termasuk armada dan mesin pengolahan sampah, serta mengefektifkan kembali pengaturan rute dan jadwal pengangkutan. Selain itu, Pemda Lobar tengah mengupayakan reaktivasi TPST dan TPS3R yang ada. Dari sembilan TPS3R yang tersebar di berbagai wilayah, hanya empat yang beroperasi, sementara sisanya bermasalah secara kelembagaan atau kehilangan peralatan.

“Ada 9 (TPS3R, Red), yang beroperasi ada 4. Untuk 1 sampai dua hari ini, tim turun mendata, apakah 5 TPS3R itu yang bermasalah kelembagaannya atau alat yang tidak ada karena hilang,” tutup Busyairi.

- Advertisement -

Berita Populer