25.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaLombok TimurKendalikan Inflasi, ASN Lotim Diminta Tanam Bawang dan Cabai di Pekarangan

Kendalikan Inflasi, ASN Lotim Diminta Tanam Bawang dan Cabai di Pekarangan

Lombok Timur (Inside Lombok) – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur (Lotim) kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas harga menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025. Hal ini disampaikan Bupati Lotim, Haerul Warisin, saat membuka High Level Meeting (HLM) TPID Lotim, Jumat (12/12), yang difokuskan pada penguatan pengendalian inflasi daerah.

Dalam kesempatan itu, Haerul menyampaikan apresiasinya atas kerja sama seluruh elemen pemerintah daerah, termasuk dukungan penuh Bank Indonesia. Kolaborasi tersebut telah menghasilkan capaian membanggakan berupa penghargaan TPID di tingkat regional untuk kategori Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua.

“Tahun 2025 ini, alhamdulillah, dengan kerja keras semua pihak, Lotim mampu mengendalikan inflasi dengan sangat baik,” ujarnya.

Haerul menyoroti keberhasilan daerah dalam menahan lonjakan harga komoditas pada momen besar seperti Idul Fitri. Intervensi yang dilakukan pemerintah daerah, termasuk penyaluran bantuan sembako senilai Rp40 miliar untuk 237 ribu keluarga miskin dan miskin ekstrem, turut berkontribusi pada stabilitas harga.

Selain itu, Haerul menekankan perlunya langkah konkret untuk mengatasi komoditas pemicu inflasi, terutama cabai dan bawang merah. Ia menginstruksikan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk memanfaatkan pekarangan rumah sebagai lokasi penanaman dua komoditas tersebut. Untuk memastikan keberhasilan program, Bupatjuga membentuk Tim Pemantau Pekarangan bagi ASN, serta memberikan peringatan tegas bagi kepala dinas yang tidak melaksanakan instruksi tersebut.

“Jika kepala dinas tidak berhasil menjalankan program komoditas ini, kita sudah siapkan sanksinya,” tegasnya.

Ia juga meminta adanya penguatan sinergi antara Dinas Pertanian dan para champion cabai lokal guna menjamin ketersediaan pasokan, terutama ketika harga mengalami lonjakan di pasaran.

Bupati mengingatkan bahwa tantangan tahun 2026 akan lebih berat mengingat Lombok Timur memiliki jumlah keluarga miskin dan miskin ekstrem tertinggi di wilayah Bali-Nusra. Hal ini membuat kebutuhan pangan pokok harus dipastikan stabil sepanjang tahun.

“Ini menjadi PR berat kita di 2026. Barang-barang pemicu inflasi harus tetap diawasi,” tegasnya.

- Advertisement -

Berita Populer