Mataram (Inside Lombok) – Festival Film Sangkareang (FFS) 2025 mendapat respons positif dari kalangan sineas di Nusa Tenggara Barat (NTB). Pada pelaksanaan FFS kedua ini, jumlah sineas yang terlibat tercatat meningkat dua kali lipat dibanding penyelenggaraan sebelumnya.
Wali Kota Mataram, Mohan Roliskana, mengapresiasi Dinas Pariwisata atas penyelenggaraan FFS yang dinilai memberi ruang bagi sineas lokal untuk menampilkan karya mereka, bahkan hingga ditayangkan di bioskop.
“Memberikan ruang kepada sineas muda kita agar menampilkan karya mereka, menghadirkan talenta mereka. Sehingga bisa memproduksi karya dan memberikan kebanggaan,” katanya dalam sambutan, Minggu (14/12) malam.
Mohan menyampaikan, perkembangan teknologi saat ini membuat industri perfilman semakin mudah diakses dan tidak lagi menjadi sesuatu yang mewah. “Kemajuan teknologi bisa mempermudah pembuatan film menjadi lebih terjadi dan mudah diakses,” ungkapnya.
Dalam ajang FFS 2025, puluhan anak muda NTB ikut berpartisipasi dengan menampilkan berbagai karya film yang mengangkat cerita-cerita lokal. “Anak-anak kita yang berbakat mereka menghadirkan kreativitas, gagasan mereka dan konsistensi mereka untuk memberikan sentuhan kepada para penonton kita,” ujarnya.
Menurut Mohan, proses kreatif para sineas turut membangun jejaring yang melibatkan banyak pihak, mulai dari penonton, komunitas sineas, pelaku industri, hingga pemerintah. “Penonton, para sineas dan pemangku industri dan bahkan kami pemerintah untuk memberikan kesempatan anak-anak kita untuk berkarir,” katanya.
Melihat antusiasme dan kemeriahan penyelenggaraan FFS 2025, Wali Kota Mataram berharap festival serupa dapat kembali digelar pada tahun depan dengan dukungan yang lebih besar. “Bisa lebih meriah dan kita back up agar kegiatan ini bisa lebih semarak lagi,” tutupnya.

