25.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaLombok TimurHindari Kecemburuan, Penerima Bansos di Lotim Ikuti Data Nasional

Hindari Kecemburuan, Penerima Bansos di Lotim Ikuti Data Nasional

Lombok Timur (Inside Lombok) – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur (Lotim)  menyalurkan bantuan sosial berupa paket sembako kepada 15.405 Kelompok Penerima Manfaat (KPM). Program ini merupakan inisiatif khusus Bupati di penghujung tahun 2025 untuk meringankan beban masyarakat, khususnya warga miskin ekstrem.

Sekretaris Daerah Lotim, Muhammad Juaini Taofik, mengatakan penetapan penerima bantuan sepenuhnya mengacu pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sesuai Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025. Kebijakan tersebut diterapkan untuk menghindari kecemburuan sosial dan memastikan bantuan tepat sasaran.

“Mulai April 2025, semua bantuan sosial wajib mengacu pada DTSEN. Data ini telah diakui pemerintah pusat karena proses pemutakhirannya dilakukan secara berjenjang dari tingkat bawah,” ujar Juaini Taofik saat dikonfirmasi, Rabu (17/12/2024).

Ia menjelaskan, melalui DTSEN pemerintah daerah dapat memetakan tingkat kesejahteraan masyarakat, termasuk kelompok desil satu yang masuk kategori miskin ekstrem. Di lapangan, mayoritas penerima bantuan merupakan warga usia tidak produktif. “Tadi kita lihat banyak lansia yang menerima. Mereka sangat layak mendapatkan bantuan ini,” tambahnya.

Meski menghadapi keterbatasan anggaran, PemerintahKabupaten Lotim mengalokasikan dana sebesar Rp4 miliar untuk program tersebut. Setiap KPM menerima paket sembako berisi beras 10 kilogram, gula pasir 1 kilogram, dan minyak goreng 1 liter.

Selain meringankan beban masyarakat, penyaluran sembako ini juga ditujukan untuk menambah suplai pangan guna menekan dampak kenaikan harga kebutuhan pokok menjelang akhir tahun. “Intinya kita ingin menambah ketersediaan pangan bagi mereka, sehingga kenaikan harga di akhir tahun tidak terlalu membebani masyarakat kecil,” pungkas Sekda.

- Advertisement -

Berita Populer