28.5 C
Mataram
Jumat, 2 Januari 2026
BerandaLombok UtaraHadapi Potensi Bencana, BPBD KLU Ajak Warga Ubah Pola Pikir

Hadapi Potensi Bencana, BPBD KLU Ajak Warga Ubah Pola Pikir

Lombok Utara (Inside Lombok) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lombok Utara (KLU) terus mendorong perubahan pola pikir masyarakat agar lebih siap dan tanggap dalam menghadapi potensi bencana. Upaya ini dilakukan mengingat Lombok Utara merupakan wilayah dengan tingkat kerawanan bencana yang cukup tinggi, sementara kesiapsiagaan masyarakat dinilai masih perlu ditingkatkan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD KLU, Datu Aryanata, menyampaikan bahwa Kecamatan Pemenang menjadi salah satu fokus penguatan kapasitas masyarakat melalui program Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE). “Melalui sosialisasi KIE yang melibatkan kepala desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga tokoh perempuan, kami ingin pesan kesiapsiagaan ini tersampaikan hingga ke level keluarga,” ujarnya, Jumat (2/1).

Ia menjelaskan, KLU memiliki sedikitnya 11 jenis potensi bencana yang menuntut masyarakat hidup selaras dengan prinsip mitigasi. “Kita hidup bersama bencana. Di Pemenang sendiri, ancaman rutin setiap tahun meliputi tanah longsor, banjir, kekeringan, hingga kebakaran lahan saat musim kemarau,” ungkapnya.

Dalam penanganan kekeringan, BPBD KLU bersinergi dengan Dinas Sosial untuk menyuplai air bersih ke wilayah terdampak. Selain itu, peningkatan kesiapsiagaan masyarakat juga didukung melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, seperti program Sekolah Lapang bersama BMKG serta kemitraan dengan lembaga konsepsi dan siap siaga hasil kerja sama Pemerintah Indonesia dan Australia.

Selain edukasi, BPBD KLU juga melakukan aksi nyata di lapangan, termasuk pemulihan lingkungan di wilayah hulu. “Beberapa bulan lalu, rekan-rekan mahasiswa telah melakukan penghijauan di Dusun Yerengan, Pemenang Timur. Aksi penghijauan seperti ini akan terus kami lakukan secara rutin untuk mengantisipasi besarnya debit air yang turun ke pemukiman,” terangnya.

Melalui berbagai program tersebut, BPBD KLU berharap masyarakat tidak lagi hanya menjadi objek saat bencana terjadi, melainkan mampu menjadi subjek yang mandiri dan tangguh. “Kami harap masyarakat sudah bisa mempersiapkan diri dengan baik ketika nanti menghadapi bencana alam yang bisa sewaktu-waktu terjadi,” pungkasnya.

- Advertisement -

Berita Populer