Mataram (Inside Lombok) – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menargetkan realisasi investasi sebesar Rp68 triliun pada tahun 2026 dengan fokus penguatan sektor non-tambang. Target tersebut meningkat dari capaian sebelumnya sebesar Rp61,9 triliun dan sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) NTB.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) NTB, Irnadi Kusuma, mengatakan meskipun sektor pertambangan masih menjadi penyumbang utama investasi, pemerintah daerah berupaya memperkuat sektor non-tambang sesuai arahan Gubernur NTB.
“Kita upayakan sesuai dengan pesan pak Gubernur itu perkuat di non tambang. Semoga terwujud di tahun 2026. Karena kita ada Zip Line jadi, dan ada solar juga untuk pembangkita listrik,” katanya.
Irnadi merinci sejumlah proyek strategis yang diharapkan menjadi motor penggerak investasi pada 2026, di antaranya pembangunan kereta gantung (zip line) di Batu Jai, Lombok Tengah, yang saat ini telah memasuki tahap pertemuan dengan investor dan ditargetkan perizinannya rampung pada April mendatang. Selain itu, terdapat pengembangan pembangkit listrik tenaga surya dan energi bayu melalui Berkah Energi Lombok dengan nilai investasi mencapai Rp3,1 triliun.
Selain sektor energi dan pariwisata berbasis atraksi, Pemprov NTB juga mendorong pengembangan infrastruktur konektivitas Bali–NTB–NTT untuk menarik wisatawan menengah ke atas. “Angka kunjungan bisa meningkat lagi dan arahnya itu bukan pariwisata massal tapi untuk para turis yang menengah ke atas,” ujarnya.
Namun demikian, Irnadi mengakui masih terdapat kendala utama dalam pencapaian target investasi, yakni belum rampungnya Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) di sebagian besar kabupaten/kota di NTB. Kondisi ini berdampak pada proses perizinan melalui sistem Online Single Submission (OSS).
“Mau nilai investasinya triliunan, kalau titik lokasinya belum masuk dalam RDTR, maka otomatis akan tertolak oleh sistem. Ini yang terus kami koordinasikan dengan pemerintah kabupaten/kota dan pihak PU agar dipercepat,” jelasnya.
Untuk mengejar target investasi tersebut, Pemprov NTB terus aktif mengikuti berbagai forum investasi, termasuk forum yang baru-baru ini digelar di Bandung. Irnadi berharap Forum Investasi Nasional 2026 serta kerja sama regional Bali–Nusa Tenggara dapat menjadi pintu masuk bagi investor untuk melihat potensi NTB yang siap ditawarkan.

