Mataram (Inside Lombok) – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Zamroni Aziz, SH., MH., melantik dan mengambil sumpah jabatan 38 Pejabat Fungsional di lingkungan Kanwil Kemenag NTB. Pelantikan berlangsung di Aula Utama Lantai 4 Kantor Wilayah Kemenag NTB, Mataram, pada Senin, 5 Januari 2026. Pejabat yang dilantik berasal dari unsur Kepala Madrasah, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA), dan Fungsional Perencana.
Pelantikan diikuti pejabat Kepala Madrasah MIN, MTsN, dan MAN dari seluruh kabupaten/kota di NTB, Kepala KUA di sejumlah kecamatan, serta satu Pejabat Fungsional Perencana Ahli Madya. Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Bagian Tata Usaha, pejabat eselon III, serta para rohaniawan.
Dalam arahannya, Zamroni Aziz menyampaikan bahwa para pejabat yang dilantik dipilih berdasarkan rekam jejak, potensi, dan kemampuan yang dimiliki. Menurutnya, penugasan di jabatan baru merupakan bentuk kepercayaan pimpinan atas kinerja yang telah ditunjukkan. “Saudara-saudara yang dilantik hari ini adalah mereka yang telah mengukir prestasi luar biasa. Saya berharap prestasi dan semangat kerja tersebut tidak berhenti di sini, melainkan harus ditularkan dan diimplementasikan di tempat tugas yang baru demi kemajuan instansi,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya transformasi digital, khususnya bagi para Kepala Madrasah. Penguasaan teknologi informasi dinilai menjadi kebutuhan utama dalam meningkatkan kualitas pendidikan di madrasah seiring perkembangan zaman.
Selain itu, Kakanwil mengingatkan agar para pejabat membangun komunikasi yang baik secara internal dan eksternal, serta melanjutkan program-program yang telah dirintis oleh pendahulu.
“Bangunlah komunikasi yang baik dengan para senior dan pendahulu. Lanjutkan program-program baik yang telah ada dan kembangkan inovasi baru. Saya minta saudara segera bersinergi dengan pemerintah daerah dan stakeholder terkait di wilayah kerja masing-masing,” tegasnya.
Menutup arahannya,Zamroni Aziz meminta seluruh pejabat yang dilantik untuk bekerja sesuai kebijakan Menteri Agama RI. “Harapan kami, mohon bekerja sesuai dengan arahan Bapak Menteri Agama dengan semangat Asta Protas dan Kurikulum Cinta. Berikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” pungkasnya.

