Mataram (Inside Lombok) – Putu Esa Indrastra Nugraha, siswa kelas 6 SD Kristen Aletheia Ampenan berhasil mengharumkan nama Indonesia dengan meraih sembilan penghargaan dalam dua ajang olimpiade internasional di Shenzhen, China. Prestasi tersebut diraih Tata, sapaan akrabnya, saat mewakili Indonesia pada kompetisi STEAM AHEAD by Singapore International Mastery Contest Centre (SIMCC) pada 12–17 Desember 2025 dan World International Mathematical Olympiad (WIMO) Final Round by Olympiad Champion Education Centre (OCEC) pada 2–5 Januari 2026.
Dalam ajang STEAM AHEAD by SIMCC, Tata meraih tujuh penghargaan internasional di tiga bidang ilmu, yaitu matematika, informatika, dan sains. Ia meraih All Champion PAXES AWARD, Gold Award Individual Final International Junior Math Olympiad (IJMO), Second Runner Up Overall Champion Individual IJMO, Runner Up Team IJMO Clash of Math Titan, Gold Award Individual Final International Junior Informatics Olympiad (IJIO), Silver Award IJIO Team Competition, serta Bronze Award Individual Final Vanda International Junior Science Olympiad (VIJSO).
Penghargaan All Champion PAXES AWARD diberikan karena Tata berhasil meraih prestasi tertinggi secara bersamaan pada tiga olimpiade internasional, yakni International Junior Math Olympiad, International Junior Informatics Olympiad, dan Vanda International Junior Science Olympiad. Capaian tersebut menempatkan Putu Esa sebagai salah satu peserta berprestasi dalam kompetisi STEAM AHEAD by SIMCC.
Sementara itu, pada ajang WIMO by OCEC, Tata kembali meraih dua penghargaan internasional, yaitu Silver Award for WIMO dan LEGEND AWARD. LEGEND AWARD diberikan karena Tata berhasil mengoleksi tiga Gold Award sepanjang tahun 2025, yakni Gold Award Thailand International Mathematical Olympiad (TIMO) Final Round 2025, Gold Award Big Bay Bei (BBB) Guangdong-Hongkong-Macau Greater Bay Area Final Round 2025, dan Gold Award Hongkong International Mathematical Olympiad (HKIMO) Final Round 2025.
Prestasi Tata pun mendapat dukungan dari keluarga dan pihak sekolah. Dukungan juga datang dari para pembimbing, antara lain Ketua Timnas SIMCC Indonesia dan Ketua Timnas WIMO Indonesia. Capaian tersebut menjadi prestasi penutup tahun yang membanggakan bagi keluarga, sekolah, NTB, dan Indonesia. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa pelajar Indonesia, termasuk dari jenjang sekolah dasar, mampu bersaing dan berprestasi di tingkat global dalam bidang STEAM.

