Lombok Timur (Inside Lombok) – Seorang perempuan lanjut usia bernama Serim (90) dievakuasi ke rumah tetangganya setelah angin puting beliung melanda Dusun Kwangwai, Desa Menceh, Kecamatan Sakra Timur, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu (11/1/2025). Bencana tersebut merusak puluhan rumah warga, termasuk rumah milik Serim yang berdinding anyaman bambu dan beratapkan asbes.
Peristiwa terjadi saat angin kencang datang secara tiba-tiba ketika Serim sedang tertidur di dalam rumahnya. Karena tinggal seorang diri, ia tidak sempat menyelamatkan diri, sementara warga lain berupaya menghindari material bangunan yang beterbangan akibat angin.
Salah seorang warga setempat, Maini Hariati, mengatakan saat kejadian setiap warga fokus menyelamatkan diri dan keluarga masing-masing. Kondisi itu membuat Serim bertahan di dalam rumah hingga angin mereda. “Waktu angin datang, nenek Serim sedang tidur di rumah. Karena beliau tinggal sendiri, tidak ada yang langsung mengevakuasi,” ujar Maini saat ditemui, Senin (12/1/2025).
Maini menuturkan, setelah terbangun dan melihat kondisi rumahnya rusak, Serim sempat keluar rumah dalam keadaan kebingungan. Lansia tersebut mengira kerusakan rumahnya disebabkan oleh orang lain. “Beliau keluar rumah sambil bertanya siapa yang merusak rumahnya. Mungkin karena faktor usia, beliau sudah agak pelupa,” katanya.
Akibat kerusakan berat pada seluruh bagian atap, rumah Serim tidak dapat ditempati sementara waktu. Saat ini, Serim tinggal di rumah Maini hingga kondisi memungkinkan. “Atapnya habis diterbangkan angin, jadi tidak memungkinkan untuk ditempati. Untuk sementara nenek Serim tinggal di rumah saya,” jelas Maini.
Pantauan di lokasi menunjukkan warga bergotong royong memperbaiki rumah dengan kerusakan ringan. Sementara itu, rumah yang mengalami kerusakan berat belum dapat dihuni karena sebagian besar atapnya hancur akibat terjangan angin puting beliung.

