Lombok Barat (Inside Lombok) – Kondisi ruas jalan utama yang menghubungkan tiga dusun di Desa Mekarsari dan Desa Gelangsar, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat, dilaporkan memprihatinkan dan telah berlangsung selama bertahun-tahun. Jalan tersebut merupakan satu-satunya akses warga menuju SDN 4 Mekarsari serta jalur utama aktivitas ratusan kepala keluarga, namun hingga kini belum diperbaiki secara menyeluruh.
Kepala Desa Mekarsari, Fauzul Bayani, mengatakan kerusakan jalan itu sudah terjadi sejak 2004. Ia menyebut kondisi jalan kerap menyulitkan aktivitas warga, bahkan ambulans tidak dapat melintas sehingga jenazah warga yang dibawa dari rumah sakit harus ditandu. “Sudah lama sekali jalan ini (dalam kondisi memprihatinkan) dari tahun 2004,” ungkap Fauzul saat dikonfirmasi, Selasa (13/01/2026).
Fauzul menjelaskan, pemerintah desa tetap mengalokasikan dana desa untuk perbaikan jalan tersebut. Namun, anggaran yang tersedia dinilai tidak mencukupi karena panjang ruas jalan yang rusak cukup jauh.
“Tetap ada dana desa yang kita salurkan tapi tidak seberapa, karena terlalu panjang. Pokir-pokir pun kita alihkan ke sana, tapi masih itu sisanya (jalan rusak) masih sekitar 1,5 kilometer sampai SDN 4 itu,” bebernya.
Jalan tersebut menjadi akses utama warga RT 04 Dusun Erat Mate, RT 04 dan 05 Dusun Malaka di Desa Mekarsari, serta RT 04 Dusun Lilir Utara di Desa Gelangsar. Untuk Desa Mekarsari, Fauzul menyebut terdapat sekitar 182 kepala keluarga dengan kurang lebih 455 jiwa yang setiap hari melintasi jalan itu.
“Jalan ini akses satu-satunya yang dilewati warga, karena ini jalur utama tembusan dari Lilir-Sempeni, arah utara dari pasar Lilir. Bisa dibilang ini jalan umum, dan semua aktivitas warga melalui jalan itu,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinas PU-TR Lombok Barat, Lalu Ratnawi, menjelaskan ruas jalan Lilir–Sempeni memiliki panjang sekitar 3,115 kilometer. Dari total tersebut, sekitar 200 meter masih belum dihotmix karena berstatus jalan nonstatus. “Sisanya ini karena masih jalan non status,” terang Ratnawi.
Ia menambahkan, pihaknya telah menginventarisir agar perbaikan ruas jalan tersebut dapat dilakukan sebagai jalan lingkungan. Ratnawi menyebut pihaknya juga telah diperintahkan oleh Bupati dan Wakil Bupati Lombok Barat untuk memprioritaskan penanganan jalan tersebut.
“InsyaAllah ini akan jadi prioritas kami setelah Perkim gabung dengan PU. Karena sebelum gabung, bidang Bina Marga secara aturan mengerjakan jalan Kabupaten,” tandasnya.

