Mataram (Inside Lombok) – Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram membuka peluang mekanisme seleksi terbuka atau beauty contest untuk pengelolaan Mataram Mall menyusul berakhirnya kontrak kerja sama dengan PT Pasifik Cilinaya Fantasy (PCF) pada 11 Juli 2026. Opsi tersebut disiapkan guna memastikan pengelolaan aset daerah memberikan kontribusi optimal bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Sekretaris Daerah Kota Mataram, Lalu Alwan Basri, mengatakan saat ini tim hukum tengah melakukan kajian mendalam terhadap kontrak kerja sama Nomor 8 Tahun 1996 yang telah berjalan selama 30 tahun. “Saat ini tim hukum tengah membedah secara mendalam kontrak kerja sama nomor 8 tahun 1996 yang telah berjalan selama 30 tahun tersebut,” katanya, Rabu (14/1/2026).
Hasil kajian tersebut akan menjadi dasar bagi Wali Kota Mataram dalam menentukan kebijakan lanjutan, apakah memperpanjang kerja sama dengan pengelola lama atau membuka seleksi terbuka. “Intinya tim hukum ini memberikan masukan agar keputusan yang diambil menguntungkan daerah,” ujar Alwan.
Menurut Alwan, mekanisme beauty contest menjadi salah satu opsi karena memungkinkan pemerintah daerah membandingkan visi serta penawaran dari sejumlah investor. Penilaian tidak hanya pada nilai sewa, tetapi juga rencana pengembangan fasilitas agar Mataram Mall mampu bersaing dengan pusat perbelanjaan modern lainnya.
“Kami sangat hati-hati karena ini menyangkut aset besar. Tim hukum harus membedah seluruh aspek sejak perjanjian tahun 1996 hingga kondisi terkini. Target kami, kajian ini tuntas pada Januari ini agar ada waktu yang cukup untuk bersiap menuju Juli 2026,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bagian Hukum Setda Kota Mataram, Lalu Wira Ilham, menyampaikan Pemkot Mataram berupaya mencari formulasi terbaik dalam pengelolaan aset tersebut agar keputusan yang diambil tepat. “Tujuannya kan sudah jelas, memberikan manfaat maksimal bagi daerah. Pengelolaan Mataram Mall nantinya harus lebih produktif dan sesuai dengan dinamika bisnis saat ini,” katanya.
Ia berharap pengelolaan Mataram Mall ke depan dapat menjadikannya sebagai pusat ekonomi yang lebih modern, mampu menyerap lebih banyak tenaga kerja lokal, serta memberikan kontribusi PAD yang lebih signifikan bagi Kota Mataram.

