Lombok Tengah (Inside Lombok) – Injourney Tourism Development Corporation (ITDC) bersama PT Sapo Development Lombok menandatangani Perjanjian Pemanfaatan dan Pengelolaan Lahan Lot KGH 1 dan KGH 2 di Kawasan The Mandalika, Rabu (14/1/2026). Investor asal Spanyol tersebut berencana membangun puluhan unit vila di lahan yang dikelola ITDC.
Direktur Operasi ITDC, Troy Warokka, mengatakan ITDC mendukung penuh seluruh aktivitas bisnis dan investasi di Mandalika. Ia optimistis pergerakan investasi di kawasan tersebut akan tumbuh positif pada 2026.
“Di awal tahun 2026 ini, kita sudah menjalin kerja sama dengan salah satu investor dari Spanyol. Ini artinya bahwa ada harapan dan angin segar yang bisa dilakukan oleh para investor masuk ke Mandalika. Kita sudah memiliki investor dari Jepang, dari Maroko, sekarang ada dari Spanyol,” ujarnya.
Troy menilai masuknya investor akan mendorong Mandalika menjadi kawasan berstandar internasional dengan dukungan daya tarik Sirkuit Pertamina Mandalika serta keindahan alam Lombok dan NTB. “Narasi positif bahwa Mandalika bergerak, awal tahun sudah bergerak. Kami mohon doa dari semua pihak termasuk stakeholder untuk mendukung proses investasi ini dengan baik,” imbuhnya.
Selain pembangunan infrastruktur, ITDC menekankan penyerapan tenaga kerja lokal dan pelibatan UMKM dalam setiap proyek investasi. “Dalam proses negosiasi adalah bagaimana tenaga kerja lokal Lombok, khususnya Mandalika, terserap masuk ke semua investasi. Tapi dengan catatan penting, harus ada keahlian yang diikuti. Sumber daya manusianya harus cakap dan profesional,” tegasnya.
Ia juga menambahkan investasi harus memberi dampak sosial budaya, kearifan lokal, serta melibatkan pelaku usaha kecil. “Kami ingin memberikan dampak langsung kepada masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Direktur Komersial dan Pemasaran ITDC, Febrina Mediana, menjelaskan PT Sapo Development Lombok akan mengelola lahan seluas sekitar 1,6 hektare untuk pengembangan akomodasi villa. “Mereka berencana untuk membuka vila yang akan beroperasi di tahun 2028 dengan total nilai investasi hampir Rp55 miliar dan target groundbreaking pada Juli 2026,” jelasnya.
Febrina menyebut konsep pengembangan berupa luxury villa dengan jumlah unit sekitar 80 villa. “Konsep awalnya memang luxury villa di mana dalam satu lot yang lebih besar mungkin ada sekitar 50 unit, di lot yang kecil ada sekitar 30 unit. Jadi totalnya bisa sekitar 80 unit,” tandasnya.

