24.5 C
Mataram
Rabu, 14 Januari 2026
BerandaMataramKesaksian Misri Tak Konsisten: Chat Hilang dan Alibi di Toilet 40 Menit...

Kesaksian Misri Tak Konsisten: Chat Hilang dan Alibi di Toilet 40 Menit Dipertanyakan

Mataram (Inside Lombok) — Jaksa Penuntut Umum (JPU) Budi Muklish menyoroti inkonsistensi keterangan saksi Misri dalam perkara kematian Brigadir Nurhadi. Budi menilai keterangan Misri berubah-ubah antara Berita Acara Pemeriksaan (BAP) penyidik dan kesaksiannya di persidangan, serta tidak sejalan dengan keterangan saksi lain.

“Misri mengatakan tidak pernah menghapus file atau percakapan di handphone-nya. Tapi faktanya, chatting di handphone tersebut tidak ada. Ini menjadi tanda tanya,” ujar Budi Muklish, (14/1).

Budi menegaskan, perbedaan keterangan tersebut menunjukkan sikap saksi yang tidak kooperatif sejak awal proses pemeriksaan. Bahkan, menurut Budi, Misri sempat menolak memberikan informasi yang relevan dengan alasan berada di kamar mandi selama kurang lebih 40 menit. “Kalau memang 40 menit berada di kamar mandi, kenapa ditemukan banyak tisu dan handuk berserakan? Keterangan ini tidak konsisten dengan kondisi yang ada,” kata Budi.

Lebih lanjut, Budi menegaskan bahwa kematian Brigadir Nurhadi bukanlah peristiwa penganiayaan, melainkan pembunuhan. Hal tersebut didasarkan pada hasil pemeriksaan medis terhadap korban. “Leher korban patah dan lidahnya putus. Ini bukan penganiayaan, ini pembunuhan,” tegas Budi.

Dalam persidangan juga terungkap adanya percakapan antara Misri dan korban sebelum kejadian. Budi menyebut korban sempat ditanya oleh Misri mengenai alasan tidak membawa perempuan saat itu. Fakta tersebut, menurut Budi, menjadi bagian penting dalam rangkaian peristiwa yang sedang diungkap di persidangan.

Budi menilai seluruh fakta dan keterangan saksi yang terungkap perlu dicermati secara menyeluruh guna mengungkap peristiwa sebenarnya dalam kasus kematian Brigadir Nurhadi. (gil)

- Advertisement -

Berita Populer