25.9 C
Mataram
Selasa, 20 Januari 2026
BerandaMataramKembangkan Paket Wisata, Dispar Kota Mataram Garap Situs-Situs Sejarah

Kembangkan Paket Wisata, Dispar Kota Mataram Garap Situs-Situs Sejarah

Mataram (Inside Lombok) – Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Mataram mengembangkan sejumlah situs sejarah sebagai bagian dari paket wisata sejarah di daerah tersebut. Salah satu yang menjadi perhatian adalah Monumen Mayor Jenderal PPH Van Ham yang berada di Karang Jangkong, Kota Mataram.

Berdasarkan catatan sejarah, pada 5 Juli 1849 ekspedisi Belanda yang dipimpin Jenderal JAPPH Van Ham tiba di Pelabuhan Ampenan. Dalam ekspedisi tersebut terjadi pertempuran antara pasukan Belanda dan pasukan Kerajaan Mataram yang menyebabkan Mayor Jenderal Van Ham tewas. Jenazahnya kemudian dimakamkan di dekat Makam Umat Hindu di Karang Jangkong, sekitar satu kilometer dari pusat Kota Mataram pada masa itu, dan di lokasi tersebut didirikan monumen peringatan.

Hingga kini, monumen tersebut kerap dikunjungi wisatawan asal Belanda yang datang ke Kota Mataram. Kepala Dispar Kota Mataram, Cahya Samudra, mengatakan pihaknya telah kembali melakukan koordinasi dengan pengelola setempat.

“Kemarin kita sudah kembali membangkitkan koordinasi lebih jauh pengelola disana. Itu belum menjadi aset pemda. Itu bagian dari situs sejarah nanti kami koordinasi lagi dengan pengelolanya disana,” katanya, Senin (19/1/2026) pagi.

Cahya menjelaskan, makam Van Ham akan diintegrasikan dengan situs-situs sejarah lainnya di Kota Mataram untuk membentuk satu paket wisata sejarah. “Ada Kota Tua Ampenan, Mayura, situs makam ini juga kita akan coba satu kesatuan narasi,” katanya.

Dalam pengelolaannya, Dispar Kota Mataram akan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk budayawan dan penulis sejarah.

“Kita akan koordinasi dengan budayawan dan penulis sejarah. Kita juga bisa menggali potensi baik itu cagar budaya atau objek yang diduga cagar budaya dan situs sejarah baik itu zaman Kerajaan dan zaman sekarang ada hal yang menarik kita jadikan objek situs sejarah,” ungkapnya.

Selain itu, Dispar Kota Mataram berencana memasang barcode informasi di setiap situs sejarah. Langkah ini dilakukan agar pengunjung memperoleh informasi yang lebih lengkap dan terverifikasi.

“Narasi di titik-titik itu sudah dapat kita validkan dan belum mungkin 100 persen. Narasi itu kita susun supaya tidak ada kesesatan dalam berpikir. Kita pasangkan barcode nanti di penanda itu supaya yang siapa yang datang bisa dapat informasi yang lebih,” katanya.

- Advertisement -

Berita Populer