Mataram (Inside Lombok) – Sepeda motor listrik (Electric Vehicle/EV) kini semakin diminati masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai solusi mobilitas yang ramah lingkungan. Berbeda dengan sepeda listrik, sepeda motor listrik telah memenuhi persyaratan sebagai kendaraan bermotor dan layak digunakan di jalan raya karena dilengkapi surat kendaraan resmi, seperti STNK dan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB), serta telah mengikuti regulasi yang berlaku.
Dengan kelengkapan legalitas tersebut, sepeda motor listrik memiliki status hukum yang jelas dan dapat digunakan di jalan umum secara aman dan tertib, sama seperti sepeda motor berbahan bakar bensin. Hal ini menjadi pembeda utama dengan sepeda listrik yang penggunaannya memiliki batasan area dan ketentuan tertentu.
Dari sisi karakter berkendara, sepeda motor listrik memiliki tingkat kebisingan yang sangat rendah serta respons tenaga yang berbeda. Oleh karena itu, pengendara diimbau untuk selalu menjaga jarak aman, meningkatkan kewaspadaan, dan memahami karakteristik kendaraan, khususnya saat berkendara di lalu lintas padat maupun saat melewati jalan menanjak yang banyak ditemui di wilayah NTB.
Menjawab kekhawatiran masyarakat terkait penggunaan sepeda motor listrik saat musim hujan, Instruktur Astra Motor NTB Satria Wiman Jaya menegaskan bahwa sepeda motor listrik aman digunakan dalam kondisi hujan. Sistem kelistrikan, baterai, dan komponen utama telah dirancang dengan standar keamanan tinggi serta perlindungan khusus, sehingga tetap andal digunakan di jalan basah selama digunakan sesuai dengan petunjuk pabrikan. Pengendara tetap diimbau untuk menghindari genangan air berlebihan dan menyesuaikan teknik berkendara saat kondisi hujan.
Sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan keselamatan berkendara, AHM bersama Astra Motor NTB secara aktif melakukan edukasi keselamatan berkendara sepeda motor listrik kepada masyarakat. Astra Motor NTB juga menyediakan pelatihan berkendara khusus sepeda motor listrik yang dibimbing oleh instruktur safety riding yang telah tersertifikasi oleh Astra Honda Motor.
Instruktur Safety Riding Astra Motor NTB menyampaikan bahwa pemahaman karakter kendaraan menjadi kunci utama keselamatan berkendara EV.
“Sepeda motor listrik memiliki karakter yang berbeda dengan motor bensin, mulai dari suara yang senyap hingga respons tenaga. Melalui pelatihan berkendara khusus EV, kami ingin memastikan pengendara memahami cara berkendara yang aman, mulai dari pengoperasian kendaraan, pengereman, hingga antisipasi kondisi jalan, termasuk saat hujan,” ujar Satria Wiman Jaya Instruktur Safety Riding Astra Motor NTB.
Pelatihan ini dirancang untuk memberikan pengalaman langsung kepada peserta dalam mengendalikan sepeda motor listrik secara aman sebelum digunakan di jalan raya. Kegiatan dilakukan dengan standar keselamatan Honda serta menggunakan unit sepeda motor listrik Honda sebagai sarana praktik.
Setiap bulannya Astra Motor NTB terus menggelar berbagai kegiatan edukasi safety riding di NTB. Melalui upaya ini, diharapkan masyarakat NTB semakin yakin bahwa sepeda motor listrik tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga aman, legal, dan layak digunakan sebagai kendaraan harian, termasuk pada musim hujan.

