Lombok Tengah (Inside Lombok) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Lombok Tengah (Loteng) melakukan uji laboratorium di Balai POM, Susu Kemasan yang yang ada dalam menu MBG yang diduga menjadi penyebab belasan siswa mengalami muat sakit perut dan sakit kepala kepala di SPPG Kopang.
Kepala Dinkes Loteng, Dr. Suardi, menyampaikan bahwa pihaknya sudah menyampaikan sampel susu kepada BPOM untuk di uji di laboratorium. “Kita sudah serahkan sampel susu itu ke BPOM, nanti beberapa hari lagi baru keluar hasilnya,” ujar Suardi.
Dia menyebut, bahwa beberapa hari lalu Puskesmas Muncan mendapat pasien dari Anak-anak sekolah yang diduga mengalami mual setelah minum Susu dari menu MBG.
“Tapi hari itu juga para siswa langsung ditangani dan sudah membaik dan langsung pulang dari Puskesmas,” imbuhnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, belasan siswa di SDN 1 Muncan mengalami mual sakit kepala usai meminum susu dari menu MBG yang diduga sudah Kedaluwarsa. Sebelumnya, Kepala Puskesmas Muncan, Samah, menerangkan bahwa sekitar pukul 09.30 wita mereka dibawa ke Puskesmas Muncan karena mengeluh perut mules dan mual dan sakit kepala setelah mereka mengkonsumsi Susu dari MBG.
“Mereka datang ke Puskesmas sekitar 14 orang, Mereka mengeluh mual dan sakit perut serta pusing setelah minum susu dari MBG,” ujarnya, Sabtu (17/1).
Samah menjelaskan, setelah mendapatkan perawatan dari petugas puskesmas para siswa yang mengalami mual sudah lebih baik dan sudah pulang ke rumah masing-masing.
“Tapi 12 orang sudah pulang setelah diberikan obat dan kondisinya sudah bagus, tinggal dua orang masih di puskesmas masih diobservasi sebelum saya tinggalkan Puskesmas, tapi sepertinya sudah pulang sekarang,” imbuhnya.
Samah menjelaskan, siswa yang mengalami mual dan sakit kepala itu mengeluh setelah beberapa menit minum susu yang disajikan di menu MBG. “Ada kita amankan susunya di puskesmas nanti coba kita periksa di Laboratorium Dinkes, ada kita simpan memang ada yang bilang Expayet, tapi belum saya lihat nanti kita periksa,” ujarnya.
Ia menegaskan, bahwa bahwa gejala tersebut tidak bahaya karena hanya mengalami mual dan pusing saja, setelah mendapat perawatan sudah bagus. “Gejala mual dan pusing saja, mereka sudah baikan dan sudah pulang,” tandasnya.

