Lombok Utara (Inside Lombok) – Keberhasilan PS Dayan Gunung (PS Daygun) menembus partai final dan meraih posisi runner up dalam turnamen sepak bola tingkat NTB menjadi penanda kebangkitan sepak bola Kabupaten Lombok Utara (KLU). Capaian tersebut dimanfaatkan Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI KLU untuk mendorong komitmen nyata pemerintah daerah dalam pembinaan sepak bola lokal.
Ketua PSSI KLU, Nuna Apriadi, mengatakan pemerintah daerah diharapkan tidak hanya hadir saat perayaan kemenangan, tetapi juga terlibat dalam proses pembinaan jangka panjang. Ia menyoroti kebutuhan fasilitas latihan, kompetisi lokal berjenjang, serta dukungan pendanaan bagi klub-klub lokal.
“Anak-anak ini sudah berjuang membawa nama Lombok Utara. Sekarang tinggal bagaimana pemerintah hadir. Jangan hanya bangga saat menang, tapi abai dalam proses pembinaan,” ungkapnya, Selasa (20/1).
Ia menambahkan, dukungan terhadap sepak bola KLU harus dilakukan secara serius agar potensi atlet lokal tidak terhambat. “Dukung sepak bolanya KLU secara serius. Jangan sampai potensi besar ini mati karena kurang perhatian,” ucapnya.
PS Daygun meraih posisi runner up setelah melalui fase grup yang diisi tim-tim dengan tradisi sepak bola kuat, seperti PS Mataram, Garuda Muda, dan Perselobar. Tim asal Lombok Utara tersebut mampu bersaing dan melaju hingga partai puncak dengan permainan disiplin dan daya juang tinggi.
Nuna menilai pencapaian tersebut mencerminkan peningkatan kualitas dan mental bertanding pemain muda KLU. “Hasil ini menegaskan bahwa kualitas permainan dan mentalitas bertanding talenta muda KLU sudah semakin maju pesat dan patut diperhitungkan di level provinsi,” tuturnya.
Meski gagal meraih gelar juara, ia memberikan apresiasi atas performa PS Daygun di partai final. “Ini bukan tim kaleng-kaleng. KLU menampilkan permainan yang terbaik kemarin sore. Kalah dan menang itu hal biasa dalam sepak bola, tapi yang terpenting masyarakat diperlihatkan bagaimana sepak bola yang sebenarnya,” tegasnya.
Ia menutup dengan menilai mentalitas dan keberanian pemain menghadapi tekanan sebagai modal penting kebangkitan sepak bola KLU.

