Lombok Barat (Inside Lombok) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat adanya gangguan atmosfer yang berpotensi menyebabkan cuaca ekstrem di sebagian wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) hingga sepekan ke depan. Potensi tersebut berdasarkan hasil pemantauan dan analisis dinamika atmosfer terkini, Selasa (20/01/2026).
Ketua Tim Data dan Analisis Stasiun Klimatologi NTB, Bastian Andarino, menjelaskan saat ini terpantau Bibit Siklon Tropis 97S di wilayah pesisir utara Australia, sebelah barat daya Teluk Carpentaria. Bibit siklon tersebut memiliki kecepatan angin maksimum 25 knot dengan tekanan udara minimum 998 hPa dan bergerak ke arah barat.
“Selain itu, aktifnya MJO (Maden Julian Oscillation) spasial, gelombang Rossby ekuator, dan gelombang Kelvin di wilayah NTB juga sedang terjadi,” ungkap Bastian saat dikonfirmasi.
Ia menambahkan, terpantau pula adanya pertemuan angin dan perlambatan kecepatan angin di sekitar wilayah NTB. Kondisi tersebut menyebabkan kelembapan udara cenderung basah di berbagai lapisan ketinggian serta meningkatkan labilitas atmosfer yang mendukung proses konvektif skala lokal.
“Berdasarkan hasil analisis kondisi dinamika atmosfer tersebut menunjukkan potensi peningkatan pertumbuhan awan konvektif (awan cumulonimbus) di beberapa wilayah NTB,” terangnya.
Menurut Bastian, kondisi itu berpotensi menimbulkan hujan sedang hingga sangat lebat yang dapat disertai petir atau kilat serta angin kencang hingga sepekan ke depan. “Untuk kecepatan angin (di wilayah NTB) rata-rata (saat cuaca normal) 20 sampai 30 kilometer per jam. Sedangkan kondisi saat ini kecepatan angin rata-rata berkisar 30 sampai 60 kilometer per jam,” pungkasnya. BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada, terutama saat beraktivitas di luar ruangan.

