Lombok Tengah (Inside Lombok) – Madrasah Ibtidaiah (MI) Darussalam Kelurahan Gonjak, Kecamatan Praya, Lombok Tengah, sempat menolak sebagian penyaluran Makanan Bergizi Gratis (MBG) dari SPPG Rasya Karya Bangsa. Penolakan dilakukan terhadap 96 porsi dari total 157 porsi yang disalurkan dengan alasan porsi dinilai lebih sedikit dibandingkan penyedia sebelumnya, Rabu (21/1).
Kepala MI Darussalam, Tohri, mengatakan keluhan tersebut disampaikan langsung oleh para siswa. Ia menyebut siswa merasa porsi MBG dari dapur sebelumnya lebih banyak dibandingkan dengan yang diterima saat ini.
“Ini kita terbuka. Kenapa porsinya lebih sedikit sekarang, ini kata anak-anak, bukan kita yang makan, menunya lain dari pada yang dulu dari pada menu yang dapur dari Jago itu daripada dapur yang di gerunung,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sebelumnya MI Darussalam menerima MBG dari dapur di wilayah Jago. Setelah ada dapur yang beroperasi lebih dekat dengan sekolah, penyaluran MBG dialihkan ke dapur lain.
“Alasan kami tolak yang kemarin itu bukan karena basi atau apa tetap bagus sajiannya cuma menurut anak-anak porsinya lebih kecil, yang kemarin kita tolak itu untuk kelas empat sampai kelas enam dan untuk tenaga pengajar. kalau yang lain memang habis di makan sama kelas satu sampai kelas tiga,” imbuhnya.
Tohri juga menyoroti perbedaan pengemasan menu antara siswa dan tenaga pengajar. Menurutnya, pada dapur sebelumnya menu pengajar dipisahkan dari siswa.
“Tapi memang semuanya baik ya amanah semua tidak ada masalah, tapi kita memang tiba-tiba bingung kenapa kami dipindah dari dapur sebelumnya ke dapur yang sekarang itu saja, karena dapur sebelumnya itu kan keluarga saya yang di Jago,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala SPPG Rasya Karya Bangsa, Izhar Halqi, menyatakan pihaknya telah menyalurkan MBG ke MI Darussalam Gonjak sejak 8 Januari 2026. Ia mengatakan penolakan sebagian porsi baru terjadi dan dinilai tanpa alasan yang jelas.
“Memang sebelumnya sekolah dapat dari dapur Jago sebelum kami beroperasi, sebelum ada dapur yang beroperasi di wilayah Gonjak. tapi kami pastikan terkait dengan porsi sama saja tidak ada perbedaan,” imbuhnya.
Izhar menambahkan pihaknya berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada penerima manfaat. Ia menyayangkan jika penolakan berdampak pada siswa. “Kami alhamdulillah sudah mendatangi sekolah dan mereka siap untuk kembali menerima MBG dari sini,” ujarnya.

