Mataram (Inside Lombok) – Banjir rob yang melanda Kelurahan Bintaro, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram, menyebabkan belasan rumah warga mengalami kerusakan. Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram mulai menyiapkan posko pengungsian untuk menangani warga terdampak akibat gelombang laut yang menghantam permukiman.
Berdasarkan data sementara, sebanyak 18 rumah warga dilaporkan rusak, dengan jumlah terdampak mencapai 25 kepala keluarga atau sekitar 100 jiwa. Warga terdampak sebagian mengungsi ke rumah keluarga terdekat karena rumah mereka tidak dapat digunakan untuk beraktivitas normal.
Wali Kota Mataram, Mohan Roliskana, mengatakan penanganan darurat saat ini difokuskan pada pembangunan posko dan pemenuhan kebutuhan logistik warga. Seluruh kebutuhan logistik akan dipusatkan di satu lokasi untuk mempermudah pendistribusian. “Kita bangunkan posko disitu untuk bisa mensuplai kebutuhan logistik,” kata Mohan, Kamis (22/1/2026).
Menurutnya, dalam kondisi darurat ini warga belum dapat beraktivitas secara normal, termasuk untuk memasak. “Tidak bisa beraktivitas dan rumah mereka rusak. Mengungsi di rumah keluarga terdekat mereka,” katanya.
Posko pengungsian akan disiagakan hingga kondisi cuaca kembali normal dan warga dapat beraktivitas seperti biasa. Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Sosial Kota Mataram telah disiagakan di lokasi bencana. “Nanti petugas bisa mempersiapkan logistik dan kebutuhan darurat lainnya,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi gelombang susulan, Pemkot Mataram membagikan karung pasir kepada warga dan petugas untuk membuat tanggul darurat. Selain itu, Pemkot juga meminta bantuan Balai Wilayah Sungai (BWS) untuk menyiapkan geobag serta mengerahkan ASN membantu membersihkan permukiman warga.
“Minimal hari ini atau besok pagi kita sudah penanganan sementara. Kita akan gotong royong untuk penahan gelombang sementara dulu,” katanya.
Terkait perbaikan rumah warga, Mohan menyebut pendataan telah dilakukan, namun warga belum dapat dipindahkan ke hunian sementara karena keterbatasan kapasitas. “Jadi kita tunggu reda dulu. Dan mereka pasti akan kembali ke rumah mereka. Tapi kita sudah mengusulkan untuk penambahan satu blok ke depannya itu,” katanya.
Ia menegaskan perbaikan infrastruktur terdampak akan tetap dilakukan, namun saat ini pemerintah masih memprioritaskan penanganan darurat bagi warga. “Kita tangani dulu yang terdampak. Soal dampak bencana kedepan itu sudah ada semua yang siapkan itu,” katanya.

