Mataram (Inside Lombok) – Pertamina Patra Niaga resmi mengakhiri operasional Satuan Tugas Natal dan Tahun Baru (Satgas Nataru) 2025/2026 pada Sabtu (11/1). Selama masa penugasan tersebut, konsumsi LPG di Nusa Tenggara Barat tercatat mengalami kenaikan sebesar 1,4 persen dibandingkan rata-rata konsumsi harian normal.
Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Iwan Yudha Wibawa, mengatakan distribusi energi selama periode libur Natal dan Tahun Baru berjalan aman dan terkendali. Berdasarkan evaluasi akhir, konsumsi BBM jenis Gasoline dan Avtur relatif stabil, sementara konsumsi Gasoil mengalami penurunan seiring berkurangnya aktivitas industri.
“Kami mengapresiasi seluruh pihak mulai dari Pemda, TNI, Polri, hingga tim lapangan yang siaga penuh memastikan pasokan energi tetap lancar,” ujar Iwan, Kamis (22/1).
Satgas Nataru 2025/2026 telah beroperasi sejak 13 November 2025 dengan tugas memastikan kelancaran distribusi energi selama periode libur panjang, khususnya pada momen Natal dan Tahun Baru yang identik dengan peningkatan kebutuhan energi masyarakat.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menambahkan bahwa selama masa Satgas, Pertamina memastikan kesiapan infrastruktur distribusi energi di NTB. Infrastruktur tersebut meliputi 3 Terminal BBM, 111 SPBU, 5 SPBUN, 94 agen LPG, serta 2 Aviation Fuel Terminal yang dipantau melalui sistem monitoring 24 jam.
“Ketersediaan stok BBM, LPG, dan Avtur selama masa Satgas terjaga dalam kondisi aman, dengan ketahanan stok yang bervariasi mulai dari 8 hingga 15 hari tergantung produk,” katanya.
Selain itu, Pertamina Patra Niaga juga menyiagakan layanan tambahan berupa 10 SPBU siaga 24 jam, 91 agen LPG siaga, 4 unit mobil tangki standby di jalur padat, serta 5 unit motorist atau PDS untuk menjangkau pemukiman dan kawasan wisata.
“Kami akan terus meningkatkan keandalan layanan, terutama untuk wilayah dengan tantangan geografis dan potensi lonjakan konsumsi, agar kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi,” pungkasnya.

