30.5 C
Mataram
Jumat, 23 Januari 2026
BerandaMataramRumah Roboh Akibat Banjir, Warga Kampung Bugis Sementara Tinggal di Rumah Keluarga

Rumah Roboh Akibat Banjir, Warga Kampung Bugis Sementara Tinggal di Rumah Keluarga

Mataram (Inside Lombok) – Cuaca ekstrem yang melanda Kota Mataram memicu bencana hidrometeorologi berupa banjir rob yang mengakibatkan sejumlah rumah warga di Kampung Bugis roboh, Rabu (22/1). Akibat kejadian tersebut, warga terdampak terpaksa mengungsi dan sementara tinggal di rumah keluarga maupun mencari tempat sewa.

Salah seorang warga Kampung Bugis, Yuliana, mengatakan rumahnya roboh setelah kembali dihantam gelombang sekitar pukul 02.00 dini hari. Ia menyebut rumah tersebut sebelumnya sudah mengalami kerusakan sejak tahun lalu, namun masih bisa ditempati hingga akhirnya rusak parah dan tidak layak huni.

“Kita memang sudah tinggalkan rumah ini pada saat cuaca ekstrem. Karena sudah mulai khawatir. Semua barang juga sudah kita pindahkan,” katanya, Kamis (22/1/2026) pagi.

Yuliana mengaku saat ini dirinya bersama keluarga harus mencari rumah sewa untuk tempat tinggal sementara. Ia menyebut tidak memungkinkan untuk terus tinggal di rumah keluarga dalam waktu lama. “Kita cari sewa sekarang. Sudah tidak ada bangunan lagi. Kita juga tidak tinggal di rumah keluarga lebih lama lagi,” katanya.

Ia menambahkan, kerusakan tidak hanya dialami rumahnya, tetapi juga beberapa rumah di sekitarnya. Pemerintah telah datang melakukan pendataan, namun belum ada kepastian bantuan yang diterima warga. “Roboh juga rumah tetangga saya sekitar tiga rumah di samping saya ini,” katanya.

Warga lainnya, Ana, mengatakan gelombang laut merusak pagar luar rumah dan menyebabkan air laut masuk ke dalam rumah hingga merusak barang elektronik. “Barang elektronik sudah rusak semua,” katanya. Ia menyebut terpaksa menjebol tembok bagian belakang rumah agar air bisa keluar. “Terpaksa kita jebol. Karena air yang masuk dan tidak bisa keluar. Jadi terpaksa ini kita jebol agar keluar lewat belakang,” ujarnya.

Sementara itu, Pemerintah Kota Mataram masih melakukan pendataan dampak banjir rob. Berdasarkan data sementara, sebanyak 18 rumah dilaporkan rusak dengan 25 kepala keluarga atau sekitar 100 jiwa terdampak. Pemkot Mataram juga telah menyiapkan posko logistik, dapur umum, dan posko pengungsian.

“Kita buatkan posko buat warga. Dapur umum kita siapkan juga sebagai tanggap darurat,” kata Plt Kepala Pelaksana BPBD Kota Mataram, Ahmad Muzakki.

- Advertisement -

Berita Populer