29.5 C
Mataram
Sabtu, 24 Januari 2026
BerandaMataramBantu Warga yang Terdampak Abrasi, Pemkot Mataram Siapkan Ratusan Bungkus Makanan Tiap...

Bantu Warga yang Terdampak Abrasi, Pemkot Mataram Siapkan Ratusan Bungkus Makanan Tiap Hari

Mataram (Inside Lombok) – Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram melalui Dinas Sosial mengoperasionalkan dapur umum di Kelurahan Bintaro, Ampenan, untuk membantu warga terdampak abrasi. Dapur umum tersebut mulai beroperasi sejak Kamis (22/1/2026) dan dipusatkan di lokasi bencana dengan dampak terparah.

Plt Kepala Dinas Sosial Kota Mataram, Lalu Samsul Adnan, mengatakan dapur umum melayani kebutuhan makanan warga terdampak sekaligus petugas yang terlibat dalam penanganan bencana. Setiap hari, dapur umum memproduksi sekitar 600 bungkus makanan yang dibagi untuk makan siang dan makan malam.

“Berdasarkan keputusan bersama, kita memasak sebanyak 600 bungkus per hari. Ini dialokasikan untuk makan siang dan makan malam, dengan pembagian masing-masing 300 bungkus setiap sesi,” ujar Samsul, Jumat (23/2/2026).

Ia menjelaskan, dari total produksi tersebut, sekitar 500 bungkus lebih diperuntukkan bagi warga terdampak abrasi. Sementara sisanya disiapkan untuk petugas lapangan dari Dinas Sosial dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). “Sekitar 500 bungkus lebih dialokasikan khusus untuk warga. Sementara sisanya disiapkan untuk petugas dari Dinsos (45–50 orang) dan personel BPBD,” katanya.

Menurut Samsul, dapur umum direncanakan beroperasi selama lima hingga tujuh hari ke depan, menyesuaikan dengan prakiraan cuaca dari BMKG. Pendanaan dapur umum dilakukan melalui kolaborasi anggaran antara Dinas Sosial dan sejumlah pemangku kepentingan.

“Selain dari anggaran Dinas Sosial, kami juga akan dibantu oleh Baznas. Anggaran kami di Dinsos biasanya untuk skala kecil, sehingga untuk dampak sebesar ini kita butuh dukungan cadangan (backup) dari Baznas,” jelasnya.

Ia menambahkan, semula Pemkot Mataram berencana mendirikan dapur umum di beberapa lokasi. Namun, setelah mempertimbangkan tingkat dampak bencana, dapur umum dipusatkan di satu titik. “Rencana awal memang mau di lokasi lain juga, tapi karena di sini (Kampung Bugis) dampaknya paling parah, maka kita pusatkan semua di sini agar penanganannya lebih maksimal,” pungkas Samsul.

- Advertisement -

Berita Populer