30.5 C
Mataram
Sabtu, 24 Januari 2026
BerandaLombok BaratJalur Utama ke UPT Pengolahan Limbah Medis Sekotong Ambles Akibat Cuaca Ekstrem

Jalur Utama ke UPT Pengolahan Limbah Medis Sekotong Ambles Akibat Cuaca Ekstrem

Lombok Barat (Inside Lombok) – Jalur utama menuju Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengolahan Sampah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) milik Pemerintah Provinsi NTB di Sekotong, Lombok Barat, mengalami kerusakan parah akibat cuaca ekstrem. Ruas jalan penghubung Dusun Lemer menuju Dusun Koal tergerus dan ambles sehingga tidak dapat dilalui kendaraan roda empat. Kondisi ini terjadi di tengah status siaga darurat wilayah Sekotong.

Camat Sekotong, Andi Purnawan, membenarkan kerusakan tersebut dan menyebut jalan yang terdampak merupakan jalan provinsi menuju lokasi insinerator limbah medis. “Ini jalan Provinsi yang dari Dusun Lemer ke Dusun Koal, tempat UPT Pengolahan sampah B3 milik Pemprov NTB,” ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (23/01/2026).

Akibat amblesnya badan jalan, distribusi limbah medis ke lokasi pengolahan sementara terhenti. “Untuk sementara, pengangkut sampah B3 tidak dapat menuju lokasi pengolahannya,” terangnya.

Selain di jalur utama tersebut, kerusakan jalan juga terjadi di kawasan Batubong. Tingginya curah hujan menyebabkan badan jalan utama ambles dan menyulitkan akses kendaraan bertonase berat menuju Sekotong. Ruas ini menjadi titik krusial karena turut menopang jalur distribusi dan mobilitas masyarakat.

Kepala Desa Buwun Mas, Rochidi, menilai kondisi jalan di Batubong sudah tidak memungkinkan ditangani dengan perbaikan sementara. Menurutnya, struktur tanah yang labil membuat penambalan atau penggunaan karung pasir tidak efektif.

“Sudah tiang (saya, Red) usulkan untuk tidak usah lagi menggunakan badan jalan yang sudah ada itu. Pakai jalur baru saja, kita tembus sedikit tebing itu agar ada badan jalan yang lebih stabil,” paparnya.

Rochidi juga mengungkapkan adanya keretakan tanah yang merambat ke jalur menuju lokasi insinerator limbah B3 dan berisiko bagi kendaraan berat. Ia menyebut kondisi di lapangan lebih berbahaya dari yang terlihat. “Bukan hanya retak, sebenarnya kondisinya sudah cukup parah. Saya naik kemarin sore dan memang berbahaya sekali kelihatannya,” ujarnya.

Meski kendaraan roda empat masih dapat melintas secara terbatas di jalur Batubong, ia mengimbau pengguna jalan untuk tetap waspada. “Sementara masih bisa, tadi kebetulan saya bawa mobil juga bisa lewat. Tapi ya itu, harus ekstra hati-hati karena tanahnya sudah ambles,” pesannya.

- Advertisement -

Berita Populer