26.5 C
Mataram
Sabtu, 24 Januari 2026
BerandaLombok TimurAlunan Budaya Desa Pringgasela Masuk KEN 2026, Angkat Peran Perempuan dan Lingkungan

Alunan Budaya Desa Pringgasela Masuk KEN 2026, Angkat Peran Perempuan dan Lingkungan

Lombok Timur (Inside Lombok) – Festival Alunan Budaya Desa Pringgasela, Kecamatan Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur, kembali masuk dalam daftar Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026 yang dirilis Kementerian Pariwisata. Ini menjadi kali ketiga festival budaya berbasis desa tersebut mendapat pengakuan tingkat nasional. Alunan Budaya Desa Pringgasela dijadwalkan digelar pada Juli 2026.

Ketua Majelis Seni dan Budaya Pringgasela Raya, Ahmad Feriawan Muas, menyatakan capaian tersebut merupakan hasil konsistensi gerakan kebudayaan yang tumbuh dari desa dan digerakkan oleh pemuda serta mahasiswa setempat. Ia menyebut festival ini hadir sebagai ruang refleksi dan ekspresi kultural di tengah dinamika pengelolaan pariwisata di Lombok Timur.

Menurutnya, Alunan Budaya Desa Pringgasela mengangkat isu pelestarian lingkungan melalui pendekatan budaya serta menyoroti pentingnya kesetaraan gender. Salah satu simbol utama yang diangkat adalah tradisi menenun yang lekat dengan peran perempuan dalam kehidupan sosial masyarakat.

“Menenun bukan hanya karya seni, tetapi bagian dari kehidupan, relasi perempuan dengan alam dan keberlanjutan,” ungkapnya.

Pada penyelenggaraan mendatang, festival ini mengusung tema “SRIMENANTI: Perempuan, Alam, dan Tenun” yang menandai satu dekade perjalanan Alunan Budaya Desa Pringgasela. Meski kerap menghadapi keterbatasan dukungan, penyelenggara tetap mengandalkan semangat gotong royong sebagai fondasi utama gerakan kebudayaan desa.

“Semangat persatuan itulah yang kami bawa, bergerak dari desa untuk Indonesia,” katanya.

Sebagai informasi, Kementerian Pariwisata menetapkan 125 event dari 38 provinsi sebagai bagian dari Kharisma Event Nusantara 2026. Di Provinsi Nusa Tenggara Barat, terdapat empat event yang lolos, yakni Alunan Budaya Desa Pringgasela di Lombok Timur, Festival Rimpu Mantika di Kota Bima, Gili Festival di Lombok Utara, dan Mulud Adat Bayan di Lombok Utara.

- Advertisement -

Berita Populer