Mataram (Inside Lombok) – Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram menyatakan kesiapan mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,7 miliar untuk pembiayaan penambahan landfill di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kebon Kongok, Lombok Barat. Kesiapan itu disampaikan sebagai bagian dari skema pembiayaan bersama dengan Pemerintah Provinsi NTB dan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat, Senin (26/1).
Sekretaris Daerah Kota Mataram, Lalu Alwan Basri, mengatakan total kebutuhan anggaran penambahan landfill di TPA Kebon Kongok mencapai Rp4,2 miliar. Anggaran tersebut akan ditanggung bersama, dengan komposisi Pemprov NTB 40 persen, Pemkot Mataram 40 persen, dan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat 20 persen, yang direncanakan dialokasikan melalui APBD Perubahan. “Iya, kita siap. Pasti siap,” katanya.
Menurut Alwan, penambahan landfill menjadi solusi jangka pendek untuk menangani kondisi darurat sampah yang terjadi saat ini. Jika perluasan landfill rampung, pembuangan sampah dari Kota Mataram ke TPA Kebon Kongok dapat kembali normal. “Terkait anggaran Rp1,7 miliar itu, arahnya nanti ke APBD Perubahan. Pemerintah Provinsi NTB ada 40 persen, Kota Mataram 40 persen dan Lombok Barat 20 persen,” ujarnya.
Ia menjelaskan, meskipun pembagian anggaran telah dipetakan, komunikasi intensif antar tiga kepala daerah masih berlangsung. Ia juga tidak menutup kemungkinan adanya penambahan anggaran jika kebutuhan perluasan TPA melebihi estimasi awal.
“Ini kan pembicaraan bertiga (Provinsi, Mataram, Lombok Barat) belum selesai sepenuhnya. Masih ada pembicaraan lanjutan, dan kemungkinan anggaran bisa bertambah karena kita juga menyiapkan lahan-lahan alternatif lain saat ini,” imbuhnya.
Sambil menunggu perluasan TPA Kebon Kongok, Pemkot Mataram menyiapkan sejumlah lahan milik daerah sebagai lokasi pembuangan sementara, di antaranya di wilayah Babakan dan eks Bebek Galih di Jempong. Lahan tersebut digunakan secara darurat dengan estimasi waktu satu hingga dua bulan, sambil menunggu kesiapan lahan seluas 4 are dan pengerjaan lanjutan seluas 28 are di Kebon Kongok.
“Mudah-mudahan perluasan 4 are itu bisa rampung satu bulan. Sambil menunggu yang 28 are selesai pengerjaannya yang memakan waktu dua bulan, kita gunakan lahan Pemkot dulu,” jelasnya.
Untuk mengurai kepadatan ritase, Pemkot Mataram membagi alur pembuangan sampah ke dalam tiga zona. Wilayah Sandubaya dan Cakranegara diarahkan ke lokasi Babakan, sementara wilayah Ampenan, Sekarbela, dan sebagian Mataram dibuang ke TPS Bintaro.
“Di eks Bebek Galih itu karena areanya kecil, khusus untuk sampah wilayah Ampenan dan sekitarnya saja. Kita timbun di sana. Jadi beban pembuangan kita bagi agar tidak menumpuk di satu titik saja sambil menunggu pengerjaan di Kebon Kongok normal kembali,” kata Alwan.

