Lombok Barat (Inside Lombok) – Satreskrim Polres Lombok Barat mendalami kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang warga berinisial LEI yang terjadi di ruas jalan Jembatan Bakong, Desa Lembar, Kecamatan Lembar. Peristiwa itu terjadi pada Minggu (18/01) sekitar pukul 03.00 Wita dini hari dan mengakibatkan korban mengalami luka serius di bagian punggung akibat sabetan senjata tajam.
Kasat Reskrim Polres Lombok Barat AKP Lalu Eka Arya Mardiwinata mengatakan, kejadian bermula saat korban pulang setelah menyelesaikan pekerjaannya dan didampingi seorang saksi. Di tengah perjalanan, tepatnya di Jembatan Bakong, korban berpapasan dengan satu unit sepeda motor yang ditumpangi tiga pria tak dikenal.
“Di tengah perjalanan, tepatnya saat melintasi Jembatan Bakong, mereka berpapasan dengan satu unit sepeda motor yang dikendarai oleh tiga orang pria yang identitasnya belum diketahui secara pasti. Kemudian terjadi perselisihan, diduga kuat dipicu oleh masalah sepele, terkait penggunaan lampu kendaraan yang dianggap mengganggu salah satu pihak,” ujar Lalu Eka.
Perselisihan tersebut berlanjut menjadi adu mulut di pinggir jalan hingga berujung penganiayaan terhadap pelapor. Polisi telah menerima laporan resmi dan melakukan pendalaman untuk mengungkap motif serta mengidentifikasi pelaku.
“Kami telah menerima laporan resmi terkait dugaan penganiayaan tersebut. Saat ini, anggota di lapangan sedang melakukan pendalaman intensif untuk mengusut tuntas motif dan mengidentifikasi siapa saja yang terlibat dalam aksi kekerasan tersebut,” tegasnya.
Lalu Eka menjelaskan, sempat muncul spekulasi di masyarakat yang menduga peristiwa tersebut sebagai pembegalan atau perampokan. Namun kepolisian membantah dugaan itu berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara awal dan keterangan korban.
“Perlu kami luruskan bahwa dalam peristiwa ini tidak ditemukan adanya unsur tindak pidana pencurian atau perampokan. Tidak ada barang milik korban yang hilang, dan tidak ada paksaan untuk menyerahkan benda berharga. Kejadian ini murni merupakan dugaan penganiayaan yang dipicu oleh perselisihan atau cekcok di jalan raya,” tegasnya lagi.
Kejadian memuncak saat korban berniat menyudahi perselisihan dan melanjutkan perjalanan pulang, namun salah satu dari tiga pria tersebut tiba-tiba menyerang menggunakan senjata tajam.
“Akibat serangan mendadak tersebut, korban mengalami luka tusuk cukup serius pada bagian punggung sebelah kanan,” kata Lalu Eka. Hingga kini, polisi masih memeriksa korban dan saksi serta menyisir kemungkinan rekaman CCTV di sekitar lokasi dan jalur pelarian pelaku, sebelum melakukan gelar perkara untuk menentukan langkah hukum selanjutnya.

