Mataram (Inside Lombok) – Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram berharap aktivitas pembuangan sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Lombok Barat segera kembali normal. Saat ini, sekitar 10.200 ton sampah masih tertahan di sejumlah Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di wilayah Kota Mataram akibat pembatasan pembuangan yang berlaku sejak dua bulan terakhir.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram, Nizar Denny Cahyadi, mengatakan penumpukan tersebut merupakan akumulasi sampah sejak pembatasan ritase oleh Pemerintah Provinsi NTB. Dalam sehari, Kota Mataram menghasilkan sekitar 170 ton sampah yang kini sebagian besar tertahan di TPS.
“Kalau kita hitung rata-rata, satu hari itu ada 170 ton sampah. Jika dikalikan 60 hari saja, ada sekitar 10.200 ton sampah yang saat ini masih ada di Mataram dan belum bisa kita buang,” katanya, Selasa (27/1/2026).
Denny menjelaskan, sejak Desember 2025 pembuangan ke TPA dibatasi dari sebelumnya empat ritase per hari menjadi satu ritase. Dengan kondisi tersebut, Pemkot Mataram hanya mampu membuang sekitar 30,5 ton sampah per hari. “Masih sesuai surat dari Provinsi, hanya sekitar satu ritase. Padahal kisarannya kita butuh membuang 90 sampai 100 ton per hari agar kondisi bisa normal,” imbuhnya.
Ia menyebut penumpukan sampah terjadi di sejumlah TPS, di antaranya TPS Bintaro, TPS Sandubaya, TPS Lawata, TPS Selagalas, dan TPS 45. Sampah yang menumpuk belum bisa dibersihkan karena keterbatasan akses pembuangan akhir. “Mau dibuang ke mana? TPS di dalam kota saja sudah penuh semua. Kondisinya memang sangat berat,” keluhnya.
Menurut Denny, upaya pengurangan sampah melalui pembakaran menggunakan insinerator di TPS Sandubaya masih belum signifikan. Sementara itu, pengolahan di TPST Sandubaya serta maggot centre terus dioptimalkan setiap hari untuk mengurangi volume sampah.
“Insinerator tetap jalan, tapi memang tidak seberapa dibanding jumlah sampah yang menumpuk. Belum lagi kendala izin untuk operasional alat pendukung lainnya,” tambahnya.
Denny menyampaikan harapan besar pada percepatan pembangunan landfill baru di TPAR Kebon Kongok. Ia mengaku telah berkoordinasi dengan Wali Kota Mataram untuk memantau progres pembangunan tersebut bersama pihak Provinsi.
“Kami menjadwalkan sebelum bulan Ramadan atau sebelum puasa ini, landfill baru itu sudah bisa dipakai. Jika itu sudah beroperasi, kami pastikan pengangkutan sampah di Mataram bisa kembali normal,” katanya.

