Lombok Utara (Inside Lombok)– Bupati Lombok Utara (KLU), Najmul Akhyar, menginstruksikan PDAM Amerta Dayan Gunung untuk mengubah sistem pengambilan air baku di kawasan Gili Trawangan dan Gili Meno menjadi metode beach well. Kebijakan ini diambil untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas pelayanan air bersih di wilayah tersebut. Instruksi tersebut disampaikan pada Kamis (29/1) sebagai bagian dari upaya penyelesaian jangka panjang persoalan air bersih.
Najmul menjelaskan, permasalahan utama pelayanan air bersih di Tiga Gili bukan terletak pada ketersediaan sumber air, melainkan pada sistem pengambilan air yang digunakan saat ini. Sistem serapan yang berjalan dinilai belum stabil karena dipengaruhi kondisi pasang surut air laut.
“Kalau menggunakan sistem serapan seperti sekarang, saat air pasang pelayanan lancar, tapi saat surut muncul persoalan tersendiri. Sekarang saya perintahkan PDAM meningkatkan kualitas dan kuantitas pelayanan dengan mengubah sistem (ke beach well atau sumur Pantai,red),” ujarnya.
Ia menambahkan, kompleksitas regulasi menjadi tantangan tersendiri mengingat kawasan Gili Indah memiliki status ganda sebagai Destinasi Pariwisata Nasional sekaligus kawasan hutan dan zona konservasi. Kondisi tersebut menuntut kehati-hatian dalam setiap kebijakan yang diambil.
“Kondisi eksisting kita saat ini adalah kesulitan dalam mengkombinasikan aturan-aturan itu. Sebetulnya airnya tidak kurang, tapi kita harus melayani tanpa melanggar aturan yang banyak sekali itu,” terangnya.
Untuk menghindari persoalan hukum, Pemkab KLU terus melakukan koordinasi lintas instansi. Najmul menyebutkan keterlibatan Kejaksaan Negeri, Dinas Lingkungan Hidup, serta pihak terkait lainnya diperlukan untuk menyepakati perubahan sistem layanan air bersih.
“Sistem ini tentu membutuhkan kesepakatan kesepakatan, kita ada Kejari (Kejaksaan Negeri), Dinas LH (Lingkungan Hidup), supaya tercapai apa yang kita inginkan, pemerintah bisa melayani masyarakat, tetapi tidak ada aturan yang dilanggar,” jelasnya.
Melalui perubahan sistem pengambilan air baku tersebut, Pemkab berharap keluhan masyarakat terkait ketersediaan air bersih di Gili Trawangan dan Gili Meno dapat teratasi. Najmul menyatakan optimisme bahwa proyek ini dapat segera direalisasikan. “Target kita, jika tidak ada kendala, dalam tiga hingga lima bulan ke depan bisa selesai. Insya Allah tahun ini sudah terealisasi,” pungkasnya.

