26.5 C
Mataram
Jumat, 30 Januari 2026
BerandaLombok TengahMenu MBG di Desa Bungkate Diduga Basi, Mitra SPPG Minta Wartawan Tak...

Menu MBG di Desa Bungkate Diduga Basi, Mitra SPPG Minta Wartawan Tak Publikasikan

Lombok Tengah (Inside Lombok) – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Bungkate, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah, diduga menyalurkan Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang tidak layak konsumsi kepada siswa. Dugaan tersebut muncul saat proses distribusi, setelah wali murid menemukan kondisi makanan beraroma tidak sedap dan melayangkan protes kepada dapur penyedia MBG.

Dalam peristiwa tersebut, mitra atau pemilik dapur MBG justru meminta wartawan untuk tidak menaikkan pemberitaan terkait temuan makanan basi. Pemilik Dapur MBG dari Yayasan Abulbarikat, Pathul, mengatakan kejadian itu bukan unsur kesengajaan.

“Kami dari yayasan Abulbarikat melakukan ini bukan unsur kesengajaan ini kekhilafan kami. Maka kami minta untuk jangan naikkan ke berita apalagi mau di videokan. supaya Dapur MBG kami tidak cedera di mata publik,” katanya saat dikonfirmasi awak media.

Pathul menjelaskan, makanan diduga basi karena proses memasak yang kurang matang. Ia mengklaim kejadian tersebut baru pertama kali terjadi sejak dapur MBG beroperasi. “Kami tidak memungkiri semua itu, tapi dari tiga bulan kami operasi baru kali ini terjadi. ini manusia artinya kesalahan ini tidak berkali-kali tapi baru kali ini,” ujarnya.

Dari ratusan porsi yang disiapkan, sejumlah paket MBG tidak dapat dikonsumsi karena aroma dan kondisi makanan yang tidak layak. Salah seorang wali murid di Desa Bungkate menyebutkan, lauk MBG basi ditemukan lebih dari satu kali. “Lauk MBG basi, sudah dua kali,” katanya.

Kepala SPPI Bungkate, Miftah Nurjannah, membenarkan adanya laporan lauk MBG yang basi dan menyatakan telah melakukan peninjauan langsung ke sekolah penerima. “Kami langsung meninjau ke sekolah-sekolah. Sejauh ini tidak ada keluhan dari pihak sekolah,” katanya.

Terkait temuan tersebut, ia menyampaikan permohonan maaf dan menyebutkan hal itu akan menjadi bahan evaluasi. “Terkait menu lauk yang basi, kami menyampaikan permohonan maaf. Hanya beberapa saja, tidak semua lauk basi dan itu baru kali ini saja terjadi. Dan ini akan menjadi bahan evaluasi kami juga kedepannya terkait lauk yang akan kami sediakan,” ujarnya.

Miftah menambahkan, menu tersebut merupakan menu baru yang disajikan kepada penerima manfaat dan pihaknya memastikan proses penyiapan makanan telah sesuai dengan standar operasional prosedur.

“Ini bagian dari usaha kami menyajikan menu yang bervariasi agar tidak bosan. Kami juga telah bekerja dan menyiapkan dengan sebaik-baiknya serta sesuai prosedur yang ada,” tandasnya.

- Advertisement -

Berita Populer