Lombok Timur (Inside Lombok) – Komisi III DPRD Lombok Timur meminta Bank BRI dan Dinas Koperasi dan UMKM (Diskop) segera menyelesaikan kasus double transfer bantuan UMKM yang terjadi di Lombok Timur (Lotim). Kasus penyaluran bantuan ganda ke satu rekening penerima itu masih diupayakan pengembaliannya dan akan didalami lebih lanjut oleh DPRD, Jumat (30/01/2026).
Ketua Komisi III DPRD Lotim, Amrul Jihadi, menilai penyaluran bantuan ganda merupakan kesalahan fatal. Ia menyebut, jika double transfer terjadi tanpa unsur kesengajaan, maka hal tersebut masuk kategori kelalaian dan dana tetap harus dikembalikan.
“Itu perlu ditelusuri apakah benar kelalaiannya pihak bank atau akibat permintaan data transfer dari Dinas Koperasi dan UMKM, karena kalau itu kelalaian, masak bisa double transfer ke ribuan penerima,” ungkapnya.
Amrul menjelaskan, pengembalian dana menjadi keharusan apabila bantuan ganda tersebut sudah digunakan oleh masyarakat. Namun, ia menilai persoalan menjadi lebih rumit jika penerima tidak mengetahui bahwa dana yang diterima merupakan bantuan ganda. Menurutnya, Diskop seharusnya sejak awal menyampaikan informasi jumlah bantuan per penerima serta tenggat waktu penyalurannya.
“Masyarakat akan tahu dirinya menerima lebih jika diinformasikan. Masalah ini harus diinvestigasi, apakah BRI yang double transfer, apakah data koperasi yang bermasalah, itu harus kita telusuri,” paparnya.
Ia menegaskan persoalan ini tidak bisa dibiarkan karena bantuan UMKM tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Lotim yang juga disetujui DPRD. Oleh karena itu, Komisi III akan memanggil pihak-pihak terkait untuk memperjelas duduk persoalan, termasuk proses pendataan yang dinilai sejak awal sudah bermasalah.
“Kita akan panggil pihak terkait termasuk Dinas Koperasi dan BRI untuk memperjelas masalah ini, jangan sampai masyarakat yang diberikan bantuan malah menjadi korban dari kelalaian pihak terkait,” pungkasnya.
Amrul menambahkan, pemanggilan akan diawali dengan Dinas Koperasi pada Senin (02/02) untuk pendalaman awal. Selanjutnya, DPRD akan mempertemukan Diskop dan pihak BRI guna menelusuri akar masalah sekaligus mencari solusi penyelesaian kasus double transfer tersebut.

