25.5 C
Mataram
Sabtu, 31 Januari 2026
BerandaMataramProduksi Padi Kota Mataram Meningkat 5,78 Persen di 2025

Produksi Padi Kota Mataram Meningkat 5,78 Persen di 2025

Mataram (Inside Lombok) – Produksi tanaman pangan di Kota Mataram pada 2025 menunjukkan peningkatan, khususnya komoditas padi. Dinas Pertanian Kota Mataram mencatat produksi padi 2025 naik menjadi 24.411 ton atau meningkat 5,78 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Kepala Dinas Pertanian Kota Mataram, Lalu Jauhari, mengatakan produksi padi pada 2024 tercatat sebesar 23.078 ton. Pada 2025, angka tersebut meningkat sebesar 1.333 ton. “Namun produksi jagung mengalami penurunan sangat drastis dari 1.141 ton pada tahun 2024 menjadi 36,376 ton pada tahun 2025,” katanya, Jumat (30/1/2026).

Ia menjelaskan, sejumlah faktor mempengaruhi kondisi tersebut, di antaranya indeks pertanaman di Kota Mataram yang mencapai tiga kali tanam dalam setahun dengan masa tanam hingga panen sekitar empat bulan. Untuk jagung, penurunan terjadi karena petani mulai beralih menanam padi.

“Keputusan para petani ini karena ketersediaan air yang cukup untuk tanaman padi, sehingga produksi padi bertambah dan produksi jagung berkurang. Sebelumnya petani menanam jagung karena kurang tersedianya air,” ujarnya.

Lalu Jauhari menambahkan, sebagian besar petani di Kota Mataram merupakan petani penggarap yang menyewa lahan. Untuk memaksimalkan keuntungan, petani cenderung memilih menanam padi karena perawatannya lebih mudah, harga relatif stabil, penjualan lebih mudah, dan risiko kegagalan lebih kecil dibandingkan jagung.

“Hal ini tidak lepas dari peran tim POPT yang memastikan dan melakukan tindakan penanganan OPT (Organisme Pengganggu Tumbuhan) sehingga dapat terkendali dan tidak mengganggu produksi padi,” katanya.

Ia juga menyebutkan, OPT akibat musim hujan seperti penggerek batang dan wereng dapat ditangani dengan bantuan obat-obatan oleh tim POPT. Sementara dampak perubahan iklim seperti banjir yang rutin terjadi di wilayah Sekarbela diantisipasi dengan penyediaan satu unit pompa air.

- Advertisement -

Berita Populer