Lombok Barat (Inside Lombok) – Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Lombok Barat (Lobar) mengajukan anggaran sekitar Rp19 miliar untuk penanganan puluhan titik infrastruktur terdampak bencana yang terjadi beberapa waktu lalu. Pengajuan tersebut mencakup perbaikan jembatan, jalan, serta penguatan sungai melalui talud dan bronjong.
Kepala Dinas PUPRPKP Lobar, Lalu Ratnawi, mengatakan nilai pengajuan anggaran tersebut tergolong besar karena mencakup berbagai jenis infrastruktur. “Jadi penanganan infrastruktur yang kami ajukan cukup besar Rp19 miliar untuk penanganan bencana ini. Itu termasuk jembatan, jalan, sama beberapa sungai yang kita talud atau bronjong,” ungkap Ratnawi saat dikonfirmasi di kantornya.
Ia menjelaskan, besarnya anggaran juga dipengaruhi oleh kondisi infrastruktur yang telah lama rusak akibat bencana pada tahun-tahun sebelumnya dan kini semakin rawan. “Yang kami rekap jumlah update sementara, ya lumayan besar (Rp19 miliar), terutama untuk jembatan dan jalan. Kalau untuk drainase dan bronjong tidak terlalu besar sekitar Rp3-4 miliar,” jelasnya.
Penanganan infrastruktur terdampak bencana tersebut direncanakan melalui skema Bantuan Tidak Terduga (BTT) yang telah ditetapkan Bupati Lobar, Lalu Ahmad Zaini sebesar Rp30 miliar. “Itu sebabnya BTT kita besar, karena Pak Bupati sudah menganalisa banyak infrastruktur kita yang belum tertangani akibat bencana-bencana yang lama,” imbuh Ratnawi.
Selain itu, Ratnawi menyebut saluran irigasi dan bronjong sungai menjadi infrastruktur yang paling banyak terdampak banjir. Untuk itu, pihaknya telah berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS). “Itu untuk yang skala besar dan memang kewenangan dari BWS untuk melakukan pengerukan sedimentasi dan perbaikan bronjong,” terangnya.
Penanganan difokuskan di wilayah selatan Lobar, termasuk Sekotong dan Buwun Mas, serta beberapa titik di wilayah utara yang mengalami kerusakan jalan dan jembatan akibat curah hujan tinggi.
“Itu kemarin sudah kami ajukan (anggaran untuk perbaikan) dan Alhamdulillah Pak Bupati merespon cepat, untuk penanganan pascabencana ini. (Perbaikan) kita titik beratkan di wilayah selatan, walaupun ada di wilayah utara juga,” pungkasnya.

