Mataram (Inside Lombok) — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi siswa dipastikan tetap berjalan selama bulan Ramadan. Namun, Badan Gizi Nasional (BGN) akan menerapkan skema khusus dalam penyalurannya agar menyesuaikan dengan pelaksanaan ibadah puasa.
Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN, Letjen TNI (Purn) Dadang Hendrayudha, mengatakan penyesuaian dilakukan baik dari segi waktu maupun bentuk makanan yang diberikan kepada siswa. “MBG tetap kami berikan selama Ramadan. Hanya saja, mekanisme dan bentuknya disesuaikan,” kata Dadang saat ditemui di Kantor Bank NTB Syariah, Rabu (4/3).
Ia menjelaskan, bagi siswa yang beragama Islam, MBG tidak dikonsumsi di sekolah seperti hari biasa, melainkan diberikan dalam bentuk makanan kering untuk dibawa pulang. Makanan tersebut dapat dimanfaatkan saat berbuka puasa di rumah. “Yang dibawa ke rumah bisa berupa telur, roti, atau buah. Nilai dan kualitas gizinya tetap sama,” ujarnya.
Sementara itu, bagi siswa non-Muslim, MBG tetap diberikan dalam bentuk makanan siap santap seperti biasanya. Penyaluran dilakukan dengan tetap memperhatikan kenyamanan dan keberagaman peserta didik di sekolah.
Menurut Dadang, kebijakan ini dirancang agar program MBG tetap berjalan optimal tanpa mengganggu kekhusyukan ibadah Ramadan. Selain itu, BGN juga memastikan bahwa penyesuaian tersebut tidak mengurangi komitmen pemerintah dalam pemenuhan gizi anak.
“Kami ingin memastikan anak-anak tetap mendapatkan asupan gizi yang baik, sekaligus menghormati pelaksanaan ibadah puasa,” katanya.
BGN menegaskan, selama Ramadan pihaknya akan terus melakukan pemantauan di lapangan untuk memastikan distribusi MBG berjalan lancar dan tepat sasaran. Evaluasi juga akan dilakukan secara berkala untuk menyempurnakan pelaksanaan program selama bulan suci. (gil)

